Image of ANALISIS YURIDIS TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN NEGERI BANDUNG NOMOR 166/PDT.G/2019/PN.BDG TENTANG PENYELESAIAN WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN JUAL BELI ANTARA PT. SIEMENS INDO DENGAN PT. WINA JAYA PERDANA

ANALISIS YURIDIS TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN NEGERI BANDUNG NOMOR 166/PDT.G/2019/PN.BDG TENTANG PENYELESAIAN WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN JUAL BELI ANTARA PT. SIEMENS INDO DENGAN PT. WINA JAYA PERDANA



Pada pelaksanaan transaksi jual beli terkandung suatu perjanjian yang melahirkan hak dan kewajiban para pihak. Dalam perjanjian tersebut, apabila salah satu pihak tidak dapat melakukan kewajiban sebagaimana mestinya, maka terjadi wanprestasi dalam perjanjian tersebut. Penulis meneliti perjanjian jual beli produk dengan tujuan untuk mengetahui kewajiban para pihak untuk melaksanakan prestasi dalam perjanjian jual beli produk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam memutus suatu perkara serta akibat hukum dari Putusan Pengadilan Negeri Bandung No. 166/PDT.G/2019/Bdg.
Pendekatan Kasus yang dikumpulkan melalui studi literatur dan studi dokumen. Penelitian ini bersifat deskriptif yang berjenis penelitan yuridis normatif dengan pendekatan per Undang – Undangan dan pendekatan kasus Yuridis. Data berupa data sekunder yang terdiri atas bahan Hukum Primer, Bahan Sekunder, dan Bahan Tersier. Melalui Studi Literatur dan Studi Primer yang mana analisis data dilakukan secara kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pertimbangan hukum hakim dalam perkara No. 166/PDT.G/2019/Bdg terdiri atas pertimbangan hukum dalam Konvensi dan dalam Rekonvensi serta dalam Konvensi dan Rekovensi menggunakan hukum positif yaitu pasal 1250, pasal 1267, pasal 1338 KUHPerdata, Yurisprudensi Tetap MA RI 117.K.SIP/19656 Tanggal 12 Juni 1967, Perjanjian yang dibuat oleh PT. Siemens Indonesia dengan PT. Wina Perdana Jaya, dan kaidah hukum dalam doktrin ilmu hukum terkait wanprestasi yang terdiri atas sama sekali tidak berprestasi, terlambat berprestasi, salah berprestasi, berprestasi sebagian atau berprestasi tapi tidak selesai. Sedangkan akibat hukum dari putusan terhadap para pihak dalam konvensi bersifat konstitutif dilihat dari putusan No. 2, bersifat deklaratif dalam diktum putusan No. 1 dan No. 5, bersifat Kondinantor diktum No. 3, No. 4 sedangkan dalam Rekovensi berifat deklaratif dan dalam konvensi dan dalam rekonvensi bersifat kondinantor.


Detail Information

Statement of Responsibility
Description
-
Publisher STHB Press : .,
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Content Type
Undergraduate Theses

File Attachment