Record Detail
Advanced Search
TINJAUAN YURIDIS PEMIDANAAN PELAKU DAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN PORNOGRAFI BALAS DENDAM (Revenge Porn) DIKAITKAN DENGAN PUTUSAN PENGADILAN TINGGI SEMARANG NOMOR 193/Pid.Sus/2020/PT SMG
Kemajuan dalam bidang teknologi saat ini menyebabkan banyak kasus-kasus penyimpangan yang dilakukan masyarakat yang biasa disebut sebagai kejahatan siber khususnya kejahatan pornografi balas dendam (Revenge Porn). Dalam kasus kejahatan Pornografi Balas Dendam biasanya dilakukan atas dasar rasa sakit hati yang pelaku rasakan terhadap korban sehingga pelaku memiliki niat untuk melakukan balas dendam dengan cara mempermalukan korban atau targetnya, dalam hal ini dengan mengunggah konten baik foto maupun video yang bermuatan asusila tanpa izin korban atau targetnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemidanaan pelaku penyebar pornografi balas dendam serta untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap pelaku penyebar pornografi balas dendam di media sosial dan untuk mengetahui perlindungan hukum bagi korban pornografi balas dendam khususnya dalam memberikan perlindungan bagi korban pornografi balas dendam dalam Putusan Pengadilan Tinggi Semarang Nomor 193/Pid.Sus/2020/PT Smg.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini berspesifikasi penelitian deskriptif, jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan metode pendekatan berupa pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Teknik atau cara pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan studi literatur. Selanjutnya data dianalisis secara kualitatif.
Hasil penelitian terhadap masalah yang pertama adalah terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana “Dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan“ sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam Pasal 27 ayat (1) jo Pasal 45 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Sedangkan hasil penelitian terhadap permasalahan kedua berkaitan dengan perlindungan hukum bagi korban pornografi balas dendam dalam kasus ini diberikan secara tidak langsung dan abstrak namun tetap memperhatikan keadilan bagi kedua belah pihak.
Detail Information
| Statement of Responsibility |
-
|
|---|---|
| Description |
-
|
| Publisher | STHB Press : ., 2021 |
| Language |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Content Type |
Undergraduate Theses
|
| Keyword(s) |
|---|