Record Detail
Advanced Search
TINJAUAN YURIDIS PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMUTARAN LAGU AYUNIA JANDA JUGA MANUSIA DI TEMPAT KARAOKE VERANZA RASA SAYANG SURABAYA DENGAN TANPA IZIN PENCIPTA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA
Pelanggaran hak cipta pemutaran lagu di tempat karaoke veranza rasa sayang Surabaya dengan maksud mengkomersilkan lagu tanpa seizin penyanyi asli atau pencipta (pemberi kuasa). Sejalan dengan permasalahan tersebut, maka diperlukan suatu penelitian untuk mengetahui perlindungan hukum bagi pencipta atas lagu yang di putar di tempat karaoke tersebut dengan tanpa izin pencipta dan untuk mengetahui upaya penyelesaian sengketa yang dapat dilakukan oleh pencipta lagu yang di putar di tempat karaoke veranza rasa sayang Surabaya
Spesifikasi penelitian ini adalah bersifat deskriptif. Jenis penelitian ini adalah yuridis normatif. Metode pendekatan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach), Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumen terhadap data sekunder. Metode analisis data dilakukan secara normatif kualitatif.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa bentuk perlindungan hak bagi pencipta atas lagu yang di putar dengan tanpa izin pencipta di tempat karaoke untuk kepentingan komersil bertujuan agar hak-hak dari pencipta lagu dilindungi dan mejamin adanya kepastian hukum. Dalam hal ini ada dua bentuk perlindungan hukum dengan cara preventif dan represif. Contoh pasal preventif dalam Pasal 40 UU Hak Cipta dan contoh Pasal represif terdapat dalam Pasal 112 UU Hak Cipta, di dalam UU Hak Cipta terdapat hak-hak yang terdiri dari hak moral Pasal5-7, hak ekonomi Pasal8-11, hak terkait Pasal 20-30, dan royalty Pasal 87-93. upaya penyelesaian sengketa antara pencipta lagu dengan pihak tempat karaoke dapat dilakukan dengan dua cara yaitu, penyelesaian sengketa di luar pengadilan atau melalui litigasi di Pengadilan Niaga. Untuk jalur di luar pengadilan, yaitu berupa penyelesaian sengketa alternatif dan arbitrase yang mencakup seluruh mekanisme penyelesaian sengketa di luar pengadilan. Dalam jalur litigasi di Pengadilan Niaga dibagi menjadi dua, yaitu perdata dan pidana. Jalur perdata penyelesainnya dilakukan melalui proses gugatan ganti kerugian pada pengadilan niaga. Jalur pidana yang merupakan delik aduan harus melakukan proses pelaporan kepada instansi yang berwenang.
Detail Information
| Statement of Responsibility |
-
|
|---|---|
| Description |
-
|
| Publisher | STHB Press : ., 2020 |
| Language |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Content Type |
Undergraduate Theses
|
| Keyword(s) |
|---|