Record Detail
Advanced Search
TINJAUAN YURIDIS-VIKTIMOLOGIS TERHADAP ANAK KORBAN PERSETUBUHAN ATAS PERBUATAN SUKA SAMA SUKA YANG MENGAKIBATKAN KEHAMILAN DAN DILAKUKAN ABORSI (STUDI KASUS PUTUSAN PENGADILAN NEGERI ARGA MAKMUR NOMOR 11/Pid.Sus-Anak/2019/PN. Agm.)
Anak merupakan penerus bagi masa depan bangsa dan dapat juga dikatakan sebagai aset bangsa, sudah seharusnya anak diberikan perlindungan, pembinaan, pengawasan dalam kelangsungan hidupnya, sehingga anak akan merasakan keamanan, kenyamanan dan kesejahteraan bagi masa depannya. Dalam Putusan Pengadilan Negeri Arga Makmur Nomor. 11 /Pid.Sus-Anak/2019/PN. Agm, hakim menjatuhkan pidana pada seorang anak yang melakukan tindak pidana aborsi, akan tetapi anak dalam putusan a quo merupakan korban dari persetubuhan atas dasar suka sama suka yang dilakukannya bersama pacarnya. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah pertama untuk mengetahui analisis yuridis terhadap anak korban persetubuhan atas perbuatan suka sama suka yang mengakibatkan kehamilan dan dilakukan aborsi dalam putusan Pengadilan Negeri Arga Makmur No. 11/ Pid.Sus-Anak/ 2019/ PN. Agm, dan untuk mengetahui analisis viktimologis terhadap anak korban persetubuhan atas perbuatan suka sama suka yang mengakibatkan kehamilan dan dilakukan aborsi dalam putusan Pengadilan Negeri Arga Makmur No. 11/ Pid.Sus-Anak/ 2019/ PN. Agm.
Spesifikasi dari penelitian ini adalah penelitian deskriptif (descriptive research) dengan menggunakan jenis penelitian yuridis normatif. Penelitian hukum normatif merupakan penelitian kepustakaan, yaitu penelitian terhadap data kepustakaan atau data sekunder. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan (statue approach) dan pendekatan kasus (case study) dengan tipe judicial case stutdy. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan studi dokumen (Study of Document) dan studi literatur (Study of literature). Metode analisis data dilakukan secara kualitatif dengan tidak menggunakan rumus - rumus matematis dan angka statistik, tetapi berupa uraian pembahasan.
Hasil penelitian terhadap permasalahan pertama adalah harus adanya perubahan mengenai pengaturan tindak pidana aborsi bagi anak dibawah umur, serta pengaturan yang mempertimbangkan hak – hak anak sebagai korban, tidak hanya berfokus kepada anak sebagai pelaku. Permasalahan yang kedua adalah dipandang dari perspektif viktimologi hakim dalam menjatuhkan pidana harus mempertimbangkan hak – hak anak sebagai korban, sehingga anak akan mendapatkan restitusi.
Detail Information
| Statement of Responsibility |
-
|
|---|---|
| Description |
-
|
| Publisher | STHB Press : ., 2021 |
| Language |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Content Type |
Undergraduate Theses
|