Record Detail
Advanced Search
TINJAUAN YURIDIS TERHADAP WANPRESTASI OLEH DEBITUR DI PT. OTO MULTIARTHA DALAM PERNJAJIAN PEMBIAYAAN KONSUMEN DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 42 TAHUN 1999 TENTANG JAMINA FIDUSIA
Pertumbuhan ekonomi membuat masyarakat semakin membutuhkan dana dan menjadikan kegiatan pinjam meminjam sebagai sesuatu yang sangat dibutuhkan. Karena kebutuhan masyarakat dalam kegiatan pinjam meminjam tersebut, muncul lembaga keuangan yang dapat memberikan pinjaman dana dan memberi kemudahan untuk pembelian barang yang diperlukan oleh masyarakat, meskipun dengan berbagai persyaratan seperti menjadikan barang yang dibeli tersebut sebagai objek jaminan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui akibat wanprestasi pada perjanjian pembiayaan konsumen dan untuk mengetahui eksekusi jaminan fidusia yang berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Rantau Prapat Nomor 78/Pdt.G/2016/PN-RAP.
Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini bersifat deskriptif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah yuridis normatif. Metode pendekatan dari kasus dalam penelitian ini adalah metode pendekatan perundang-undangan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara studi dokumen untuk memperoleh data sekunder. Data yang telah diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa akibat wanprestasi dari debitur dalam perjanjian pembiayaan konsumen yaitu pembatalan perjanjian disertai ganti rugi dan bunga, sesuai dengan ketentuan Pasal 1267 KUHPerdata. Eksekusi benda yang menjadi objek jaminan fidusia yaitu dilakukannya penarikan kendaraan yang menjadi jaminan dalam perjanjian yang kemudian akan dilakukan penjualan dan/atau pelelangan yang telah sah secara hukum untuk melunasi utang serta bunga debitur kepada kreditur.
Detail Information
| Statement of Responsibility |
-
|
|---|---|
| Description |
-
|
| Publisher | STHB Press : ., 2020 |
| Language |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Content Type |
Undergraduate Theses
|
| Keyword(s) |
|---|