Record Detail
Advanced Search
TINJAUAN YURIDIS TERHADAP ANGGOTA TNI YANG MELAKUKAN PENGANIAYAAN MENGAKIBATKAN KEMATIAN DIHUBUNGKAN DENGAN PUTUSAN PENGADILAN MILITER NO.54-K/PM.II-09/AD/IV/2018
Secara umum, Tindak Pidana terhadap tubuh dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana disebut dengan penganiayaan. Dari segi tata bahasa, penganiayaan adalah suatu kata sifat yang berasal dari kata “aniaya” yang mendapat awalan “pe” dan akhiran “an” sedangkan penganiayaan itu sendiri berasal dari kata benda yang berasal dari kata benda yaitu aniaya yang menunjukkan subyek atau pelaku penganiayaan itu. Dalam penelitian ini penulis membahas mengenai pertanggungjawaban pidana anggota TNI yang melakukan tindak pidana berupa penganiayaan menyebabkan hilangnya nyawa eseorang yang mana telah diatur dalam Pasal 351 ayat (1) Jo ayat (3) serta membahas mengenai fakta-fakta hukum dalam persidangan yang dihubungkan dengan Putusan Pengadilan Militer NO. 54K/PM.II-09/AD/IV/2018.
Metode Penelitian Kasus ini dilakukan secara bersifat deskriptif analisis dan pendekatan yuridisnormatif, yang di dalamnya terdiri dari bahan primer, sekunder, tersier. Teknik pengumpulan data menggunakan studi literature yaitu dengan mempelajari dan menganalisis terhadap PutusanPengadilanNomor 54-K/PM.II-09/AD/IV/2018 tanpa mempergunakan tabel-tabel maupun angka-angka statistik.
Dalam putusan Pengadilan Militer NO.54K/PM.II-09/AD/IV/2018 yang dilakukan oleh Terdakwa BAMBANG SETIAWAN, ST, HAN dinyatakan menurut pertimbangan hakim bahwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “penganiayaan yang mengakibatkan kematian secarabersama-sama” dan dijatuhkan pidana yakniPasal 351 ayat (1) Jo ayat (3) KUHP Jo ayat (4) Undang-Undang No. 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer, Pasal 189 ayat (1) Undang-Undang No. 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer dan ketentuan perundang-undangan lain yang bersangkutan.
Dalam putusan pengadilan militer tersebut terdakwa ikut serta bersama anggota TNI dalam putusan pengadilan militer tersebut terdakwa ikut serta bersama anggota TNI lainnya yang sangat emosi dan lepas kendali dalam penganiayaan Prada Agus Ludi Wartono yang mana pada awalnya bertujuan untuk menumbuhkan kedisiplinan terhadap anggota TNI tetapi berimbas pada hilangnya nyawa Prada AgusLudiWartono.
Detail Information
| Statement of Responsibility |
-
|
|---|---|
| Description |
-
|
| Publisher | STHB Press : ., 2019 |
| Language |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Content Type |
Undergraduate Theses
|
| Keyword(s) |
|---|