Record Detail
Advanced Search
Analisis Yuridis Dugaan Wanprestasi Dalam Perjanjian Pembelian Saham Perusahaan Yang Dilakukan Oleh Pt. Xtl Terhadap Salah Satu Pemegang Saham
Perseroan terbatas dapat memiliki beraneka permasalahan yang akhirnya membutuhkan jual beli saham dari perseroan. Pelaksanaan jual beli saham perseroan itu sendiri dapat memiliki permasalahannya yang dapat mengakibatkan terjadinya wanprestasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis Surat Kesepakatan Bersama Pembelian Saham PT, bentuk wanprestasi yang terjadi terhadap perjanjian, serta upaya hukum yang dapat dilakukan.
Adapun penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode yuridis normatif melalui pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan studi dokumen, kemudian dianalisis secara normatif kualitatif.
Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa, Surat Kesepakatan Bersama Penjualan Saham PT. XTL merupakan perjanjian di bawah tangan yang dilegalisasi notaris dan mengikat para pihak berdasarkan ketentuan sahnya perjanjian. Kekuatan mengikat substansinya bersumber dari kesepakatan para pihak serta Pasal 1320 dan Pasal 1338 KUH Perdata. Dokumen tersebut telah cukup menjadi dasar lahirnya kewajiban pembayaran dan penyelesaian hak ekonomi para pihak dalam perjanjian. Dalam pelaksanaannya, pihak pembeli saham tidak membayar sebagian termin. Tidak dipenuhinya pembayaran setelah lewatnya tanggal jatuh tempo merupakan wanprestasi dalam bentuk tidak memenuhi sebagian prestasi yang diklasifikasikan sebagai memenuhi prestasi tapi tidak dengan sebagaimana mestinya. Somasi telah dilakukan pihak yang dirugikan oleh PT. XTL sebanyak tiga kali dan hingga akhir waktu tenggat yang diberikan pada somasi tidak terjadi pembayaran sisa dari yang diperjanjikan. Pihak yang dirugikan berhak menuntut pelunasan dan ganti rugi yang dapat dibuktikan. Penyelesaian sengketa dapat terlebih dahulu ditempuh melalui negosiasi atau mediasi. Apabila penyelesaian secara damai tidak tercapai, gugatan wanprestasi untuk menuntut pemenuhan sisa pembayaran dan ganti rugi merupakan upaya hukum yang paling sesuai dengan pelaksanaan perjanjian.
Detail Information
| Statement of Responsibility |
-
|
|---|---|
| Description |
-
|
| Publisher | STHB Press : ., 2026 |
| Language |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Content Type |
Undergraduate Theses
|
| Keyword(s) |
|---|