Record Detail
Advanced Search
KEABSAHAN PERJANJIAN JUAL BELI ITEM GAME ONLINE ‘MOBILE LEGENDS’ YANG DILAKUKAN OLEH ANAK DIBAWAH UMUR DIHUBUNGKAN DENGAN KUHPERDATA DAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 82 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK
Perjanjian jual beli secara elektronik di Indonesia semakin meningkat dan dilakukan oleh hampir semua masyarakat Indonesia, dari mulai orang dewasa hingga anak dibawah umur sekalipun melakukan jual beli secara elektronik. Dalam hal ini timbulah pertanyaan tentang keabsahan dan akibat hukum dari perjanjian jual beli secara elektronik yang dilakukan anak dibawah umur. Penelitian hukum ini mengangkat permasalahan mengenai perjanjian jual beli item game online Mobile Legends yang dilakukan antara Andra selaku pembeli yang dinyatakan belum cakap hukum dengan Rian selaku penjual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keabsahan perjanjian jual beli online yang dilakukan anak dibawah umur berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 Tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Online, dan ntuk mengetahui akibat hukum perjanjian jual beli item game online ‘mobile legends’ yang dilakukan anak dibawah umur berdasarkan KUHPerdata.
Penelitian ini dilakukan dengan spesifikasi penelitian yang bersifat deskriptif, dengan jenis penelitian yuridis normatif, serta menggunakan metode pendekatan yang digunakan penulis adalah pendekatan perundang-undangan (statute approach), kemudian menggunakan metode pengumpulan data dengan cara studi dokumen, serta menggunakan bahan hukum primer dan sekunder, dianalisis dengan menggunakan analisis yuridis kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa suatu perjanjian adalah sah apabila perjanjian tersebut memenuhi syarat-syarat sah nya suatu perjanjian sebagaimana dinyatakan dalam Buku III KUHPerdata dan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012, bilamana syarat subjektif maupun objektif tidak terpenuhi, maka perjanjian tersebut tidak sah. Perjanjian yang tidak sah karena tidak terpenuhinya salah satu syarat subjektif akan mengakibatkan perjanjian itu dapat dimintakan pembatalan atau dapat dibatalkan oleh salah satu pihak.
Detail Information
| Statement of Responsibility |
-
|
|---|---|
| Description |
-
|
| Publisher | STHB Press : ., 2019 |
| Language |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Content Type |
Undergraduate Theses
|