Image of ANALISIS YURIDIS WANPRESTASI OLEH BANK RAKYAT INDONESIA
(PERSERO), TBK KEPADA NASABAH DALAM PERJANJIAN KREDIT
DIHUBUNGKAN DENGAN UU No. 10 TAHUN 1998 TENTANG PERUBAHAN ATAS
UU No. 7 TAHUN 1992 TENTANG PERBANKAN (STUDI KASUS PUTUSAN
PENGADILAN TRENGGALEK JAWATIMUR No.4/PDT.G.S/2020/PN. TRK)

ANALISIS YURIDIS WANPRESTASI OLEH BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO), TBK KEPADA NASABAH DALAM PERJANJIAN KREDIT DIHUBUNGKAN DENGAN UU No. 10 TAHUN 1998 TENTANG PERUBAHAN ATAS UU No. 7 TAHUN 1992 TENTANG PERBANKAN (STUDI KASUS PUTUSAN PENGADILAN TRENGGALEK JAWATIMUR No.4/PDT.G.S/2020/PN. TRK)



Kredit dalam kegiatan perbankan merupakan usaha yang paling utama karena
pendapatan terbesar dari usaha bank berasal dari pendapatan kegiatan usaha kredit,
yaitu berupa bunga dan provisi. Dari sisi kreditur kegiatan kredit untuk mengambil
keuntungan dari modalnya dengan mengharapkan kontraprestasi, sedangkan
pandangan dari sisi debitur, kredit memberikan bantuan bagi dirinya untuk
membayar di masa depan hal mana beban itu merupakan kewajiban baginya yang
berupa utang. Meskipun Undang-undang No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan
yang mengatur mengenai perbankan dan perjanjian kredit tetapi masih banyak
ditemui pelanggaran dalam kasus wanprestasi terjadi dalam kredit kegiatan
perbankan. Adapun tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan
menganalisis alasan terjadinya wanprestasi oleh debitur dan untuk mengetahui dan
menganalisis akibat hukum bagi Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk dan Debitur
atas Putusan Pengadilan Trenggalek Jawa Timur Nomor 4/Pdt.G.S/2020/PN Trk.
Spesifikasi penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan jenis
penelitian yuridis normatif. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan
undang-undang (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Teknik
pengumpulan data yang digunakan dengan cara studi kepustakaan, yakni menelaah
bahan-bahan pustaka berupa buku-buku dan bahan hukum primer, sekunder dan
tersier yang berkaitan dengan permasalahan yang sedang dikaji. Metode analisis
data yang digunakan adalah analisis kualitatif.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa alasan
terjadinya wanprestasi oleh debitur adalah tidak melaksanakan/melanggar
ketentuan Pasal 4 ayat (1) Addendum Perjanjian Restrukturisasi Kredit No.89
karena Para Tergugat tidak membayar kewajiban/ melunasi pinjaman/ kreditnya
yang seharusnya lunas sesuai yang diperjanjikan dalam Addendum Perjanjian
Restrukturisasi Kredit No.89. Hal ini menyebabkan pinjaman/kredit Para Tergugat
menunggak pokok sebesar Rp. 398.990.900,- (Tiga ratus sembilan puluh delapan
juta Sembilan ratus sembilan puluh ribu Sembilan ratus rupiah) dan menjadi kredit
dalam kategori/kolektibilitas kredit macet, dan akibat hukum bagi Bank Rakyat
Indonesia (Persero), Tbk dan debitur atas Putusan Pengadilan Trenggalek Jawa
Timur Nomor 4/Pdt.G.S/2020/PN Trk antara lain menyatakan demi hukum
perbuatan para tergugat adalah wanprestasi dan menghukum para tergugat untuk
membayar lunas sekaligus dan seketika seluruh sisa pinjaman/kreditnya sebesar Rp.
486.028.417,00 (Empat ratus delapan puluh enam juta dua puluh delapan ribu
empat ratus tujuh belas rupiah).


Detail Information

Statement of Responsibility
Description
-
Publisher STHB Press : .,
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Content Type
Undergraduate Theses

File Attachment