Image of PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA DAN PEMIDANAAN TERHADAP 
TINDAK PIDANA KORUPSI YANG DILAKUKAN KEPALA DESA 
SUNGAI SOLOK DALAM PUTUSAN PENGADILAN NEGERI 
PEKANBARU NO 96 K/PID.SUS/2021/PN.Pbr.

PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA DAN PEMIDANAAN TERHADAP TINDAK PIDANA KORUPSI YANG DILAKUKAN KEPALA DESA SUNGAI SOLOK DALAM PUTUSAN PENGADILAN NEGERI PEKANBARU NO 96 K/PID.SUS/2021/PN.Pbr.



Korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa, dampak yang ditimbulkan
dari tindak pidana korupsi dapat merusak nilai-nilai demokrasi, moralitas,
merugikan keuangan negara, pelanggaran terhadap hak-hak sosial dan ekonomi
masyarakat serta merupakan ancaman terhadap cita-cita menuju masyarakat adil
dan Makmur. Pada kenyataannya terhadap apa yang telah ditimbulkan oleh tindak
pidana korupsi itu maka diperlukan upaya-upaya yang luar biasa dalam hal
penanggulangan serta pemberantasan terhadap tindak pidana korupsi hingga
kepada sistem pemerintahan terkecil yaitu desa. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui bagaimana pertanggungjawaban pidana dan pemidanaan terhadap
pelaku tindak pidana korupsi oleh seorang Kepala Desa Sungai Solok yang telah
mengambil dana desa untuk kepentingan pribadi dihubungkan dengan putusan
Pengadilan Negeri Pekanbaru Nomor. 96 K/Pid. Sus/2021/Pn.Pbr.
Spesifikasi penelitian ini bersifat penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif
adalah penelitian yang menyajikan gambaran suatu fenomena, keadaan atau
kejadian dengan menggunakan metode tertentu. Dimana hal ini tidak hanya terbatas
pada masalah pengumpulan dan penyusunan data, melainkan terkait dalam hal
pengolahan dan penginterprestasian mengenai makna data tersebut.
Hasil permasalahan penelitian pertama, pertanggungjawaban pidana
terhadap tindak pidana korupsi yang dilakukan Kepala Desa Sungai Solok telah
memenuhi syarat formil dan materil yang ada dalam Pasal 2 Ayat (1) juncto
Pasal 18 Ayat (1) huruf b, Ayat (2) dan Ayat (3) Undang-Undang No. 31 Tahun
1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah
dan ditambah dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2001. Sedangkan hasil
permasalahan penelitian kedua, pemidanaan terhadap Terdakwa melalui putusan
hakim sudah tepat memutus pidana bagi Terdakwa Kepala Desa Sungai Solok
dengan pidana penjara selama 6 (enam) tahun dan diharuskan mengganti kerugian
negara dengan membayar uang pengganti sebesar Rp1.440.775.692,21 (satu
miliar empat ratus empat puluh juta tujuh ratus tujuh puluh lima ribu enam ratus
sembilan puluh dua rupiah koma dua puluh satu).


Detail Information

Statement of Responsibility
Description
-
Publisher STHB Press : .,
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Content Type
Undergraduate Theses

File Attachment