Image of ANALISIS YURIDIS TERHADAP PUTUSAN BEBAS TINDAK PIDANA
PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA YANG DILAKUKAN ANGGOTA
KEPOLISIAN (STUDI PUTUSAN PENGADILAN NEGERI 
BATURAJANO.184/PID.SUS/2019/PN BTA)

ANALISIS YURIDIS TERHADAP PUTUSAN BEBAS TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA YANG DILAKUKAN ANGGOTA KEPOLISIAN (STUDI PUTUSAN PENGADILAN NEGERI BATURAJANO.184/PID.SUS/2019/PN BTA)



Penyalahgunaan narkotika telah menjadi masalah yang kompleks dan perlu
penanganan serius dari pemerintah. Terjadinya penyalahgunaan narkotika yang
dilakukan oleh anggota kepolisian memang sangat memprihatinkan. Aparat
penegak hukum yang seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat dan
menumbuhkan tertib hukum di dalam masyarakat tetapi justru jadi perusak tata nilai
dan menjadi pelanggar hukum. Tujuan yang diteliti dalam penelitian ini pertama:
untuk mengetahui pemidanaan terhadap anggota kepolisian. Kedua: untuk
mengetahui pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan bebas terhadap
anggota kepolisian yang menyalahgunakan narkotika.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif yang
kemudian susun secara analisis deskriptif yaitu cara mendeskripsikan atau
menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud
membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Dimana objek
penelitian ini yakni tindak pidana penyalahgunaan narkotika yang dilakukan
anggota kepolisian.
Berdasarkan analisis terhadap pokok permasalahan pertama bahwa
pemidanaan terhadap anggota kepolisan yang melakukan tindak pidana narkotika
atas perbuatannya dalam perkara No 184/Pid.Sus/2019/Pn.Bta dikenakan Pasal 114
ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang
Narkotika. Kedua terhadap perkara No 184/Pid.Sus/2019/Pn.Bta yang mengadili
anggota kepolisian atas tindak pidana narkotika, majelis hakim memutus bebas
berdasarkan Pasal 183 KUHAP dan Asas asas in dubio pro reo yang berdasarkan
fakta hukum dipersidangan hakim menilai terhadap alat bukti dan barang bukti yang
ditemukan saat penggerebekan tidak disaksikan oleh RT setempat dan hakim ragu
atas barang bukti amplop putih di pot bunga halaman rumah terdakwa dan plastik
klip bening yang ditemukan dilantai kamar rumah terdakwa tersebut menunjukan
penguasan narkotika oleh terdakwa, serta bukti surat test urine yang menyatakan
terdakwa positif tidaklah dapat dikaitkan dengan kepemilikan atau penguasaan
barang bukti tanpa didukung oleh alat bukti lainnya. Oleh dasar pertimbangan
tersebut majelis hakim memutus terdakwa bebas berdasarkan Pasal 183 KUHAP
yang menyatakan perkara yang ditangani oharus didasari oleh 2 (dua) alat bukti
beserta dengan keyakinan hakim yang mana jika terjadi keragu-rahuan apakah
terdakwa salah atau tidak maka sebaiknya diputuskan hal yang menguntungkan
bagi terdakwa yaitu dibebaskna dari dakwaan.


Detail Information

Statement of Responsibility
Description
-
Publisher STHB Press : .,
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Content Type
Undergraduate Theses

File Attachment