No image available for this title

TINJAUAN YURIDIS ASURANSI MIKRO UNTUK MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH DIHUBUNGKAN DENGAN KUHD



TINJAUAN YURIDIS ASURANSI MIKRO
UNTUK MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH
DIHUBUNGKAN DENGAN KUHD


ENDANG PUJIASTUTI, S.H., M.H.
ABSTRAK
Asuransi Mikro dibentuk oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan tujuan agar masyarakat yang berpenghasilan rendah memperoleh kesempatan untuk melindungi diri dan keluarganya jika terjadi musibah seperti jatuh sakit, kecelakaan, kehilangan pekerjaan, gagal panen, atau kematian. Jika musibah datang menghampiri tulang punggung keluarga, maka keluarga yang ditinggalkan akan dapat bangkit kembali karena mendapat manfaat finansial dari pihak asuransi. Namun belum ada regulasi yang secara khusus mengatur mengenai Asuransi Mikro. Oleh karena itu, penulis melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui dasar hukum Asuransi Mikro di Indonesia, hubungan Asuransi Mikro dengan ketentuan dan prinsip-prinsip asuransi dalam KUHD, dan untuk mengetahui peranan Asuransi Mikro bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Spesifikasi penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Jenis penelitian yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan metode kualitatif sehingga pemaparan tanpa menggunakan rumus-rumus statistik dan angka matematis.
Dari hasil penelitian terhadap permasalahan pertama dapat diketahui bahwa dasar hukum Asuransi Mikro di Indonesia antara lain asas kebebasan berkontrak dalam membuat suatu perjanjian (Pasal 1338 ayat (1) KUH Perdata) Jo Pasal 1320 KUH Perdata tentang syarat sahnya perjanjian, Pasal 247 KUHD yang secara yuridis tidak membatasi atau menghalangi timbulnya jenis-jenis asuransi lain menurut kebutuhan masyarakat Jo Pasal 246, 268, 250 KUHD, Peraturan OJK Nomor 23/POJK.05/2015, dan Surat Edaran OJK Nomor 9/SEOJK.05/2017. Hasil penelitian terhadap permasalahan kedua dapat diketahui bahwa Asuransi Mikro merupakan asuransi yang tumbuh dalam prkatik dan tidak terdapat di dalam KUHD. Oleh sebab itu terhadap Asuransi Mikro dapat berlaku ketentuan dan prinsip-prinsip asuransi dalam KUHD antara lain ketentuan Pasal 246 KUHD tentang rumusan asuransi, prinsip kepentingan yang dapat diasuransikan (Pasal 250 KUHD), prinsip itikad baik (Pasal 251, 255, 277 KUHD), Prinsip keseimbangan/ indemnitas (Pasal 246, 250, 252, 253, 277, 278, 280, 284 KUHD). Terhadap permasalahan ketiga dapat diketahui bahwa Asuransi Mikro berperan penting dalam menyelamatkan perekonomian masyarakat berpenghasilan rendah yaitu untuk menopang masyarakat dengan ekonomi lemah sebagai katup penyelamat dari kemiskinan dan keputusasaan saat musibah yang tiba-tiba datang. Asuransi Mikro di Indodnesia memberika pilihan alternatif pengalihan risiko untuk keluarga dengan penghasilan rendah yang ditawarkan dalam berbagai bentuk seperti untuk membiayai pendidikan anak bila tukang punggung pencari nafkah keluarga meninggal, untuk membiayai rumah sakit ketika ada anggota keluarga yang sakit, atau untuk melindungi petani kecil terhadap ancaman gagal panen karena iklim.

Kata Kunci : Asuransi Mikro, Masyarakat Berpenghasilan Rendah.





Detail Information

Statement of Responsibility
Description
-
Publisher STHB : Bandung.,
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Content Type
-
Keyword(s)
-

File Attachment