No image available for this title

TINJAUAN TERHADAP PERLAKUAN TAWANAN PERANG BERDASARKAN HUKUM HUMANITER DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA ISLAM



Dalam perang, yang menjadi Tawanan perang sendiri harus berdasarkan perorangan yang disebutkan dalam konvensi jenewa III 1949. Sedangkan menurut Pasal 5 apabila ada kesangsian perihal status orang yang melakukan aksi perang dan jatuh ke tangan musuh, orang tersebut akan memperoleh perlindungan dari konvensi mulai di tahan sampai statusnya telah ditentukan oleh tribunal yang kompeten. Bahwa rumusan ini berbeda dengan pasal 45 protokol I. Dalam Hukum Humaniter, pengaturan perlakuan tawanan perang diatur dalam Annex Konvensi IV Den Haag 1907, Bab III Konvensi Jenewa 1949 pasal 4-121, Pasal 1-20, Pasal 11, 43, dan 44 Protokol Tambahan I 1977, Pasal 165 San Remo Manual. Selanjutnya, dalam konsep Hukum Islam diatur dalam Al-Quran, dan As-Sunah. Ternyata antara kedua konsep hukum tersebut terdapat persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan. Kedua konsepnya juga memiliki ketergantungan satu sama lain, karena beberapa sarjana Barat mengakui bahwa memperlakukan Konsep para pelaku perang dalam Hukum Humaniter diadopsi dari konsep Hukum Islam. Di dalam Islam, Peraturan perang Islam merujuk kepada apa yang telah diterima dalam syariah (Hukum Islam) dan fiqh (ilmu Hukum Islam) oleh para ulama sebagai cara yang benar dalam Islam yang harus dipatuhi oleh para Muslim dalam ketika sedang berperang. Terutama dalam tata cara memperlakukan tawanan perang serta hak-hak mereka untuk dilindungi oleh hukum yang berlaku.
Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif yang mana penulis dalam menguji dan mengkaji ketentuan-ketentuan Hukum Internasional mengenai pelanggaran berat yang dilakukan sekelompok pasukan militerterhadap tawanan perang negara musuh berupa penganiayaan berat yang dilakukan secara terang-terangan di penjara Abu Ghraib, Irak, yang kemudian dikaitkan dengan aturan-aturan yang tercantum di dalam Hukum Islam. Teknik pengumpulan data di dalam penelitian ini menggunakan studi kepustakaan.
Perlakuan serta perlindungan terhadap tawanan perang Menurut Hukum Humaniter dan Hukum Islam memiliki persamaan dan titik temu yaitu, Ketentuan tentang tawanan perang dalam Hukum Islam sejalan dengan Konvensi Jenewa III 1949 dan Protokol Tambahan I 1977 yang secara garis besar berisi tentang jaminan penghormatan, jaminan perlindungan terhadap tawanan, dan jaminan perawatan kesehatan terhadap tawanan. Serta prinsip pengaturan terhadap tawanan perang dalam Al Qur'an, terutama dalam surat Al Baqarah Ayat (190) sejalan dengan tiga prinsip dasar dalam Hukum Humaniter Internasional.


Detail Information

Statement of Responsibility
Description
-
Publisher STHB Press : .,
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Content Type
Undergraduate Theses

File Attachment