No image available for this title

WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN PENERBITAN COMMERCIAL PAPER DIKAITKAN DENGAN KETENTUAN HUKUM PERIKATAN DAN PUTUSAN PENGADILAN TINGGI JAKARTA NOMOR 261/PDT/2016/PT.DKI



Perjanjian merupakan undang-undang bagi para pihak yang membuatnya, sehingga harus dilaksanakan. Penulis meneliti wanprestasi dalam perjanjian penerbitan commercial paper dalam kaitannya dengan ketentuan hukum perikatan dan Putusan Pengadilan Tinggi Jakarta Nomor 261/PDT/2016/PT.DKI dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisis keberadaan perjanjian penerbitan commercial paper ditinjau dari ketentuan umum hukum perikatan. Selain itu, untuk mengetahui dan menganalisis putusan Pengadilan Tinggi Jakarta terkait dengan wanprestasi dalam perjanjian penerbitan commercial paper tersebut.
Untuk mencapai tujuan di atas, penulis melakukan penelitian yang bersifat deskriptif, yang menggambarkan pandangan terhadap wanprestasi dalam perjanjian penerbitan commercial paper yang dikaitkan dengan hukum perikatan dan putusan Pengadilan Tinggi Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan (statue approach) dan pendekatan kasus (case approach). Data diperoleh melalui studi dokumen dan dianalisis dengan menggunakan metode normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa keberadaan perjanjian penerbitan commercial paper antara Meivel Holdings Corp dengan PT. Natuna Energi Indonesia, pada dasarnya sesuai dengan beberapa ketentuan umum hukum perikatan dalam Buku III KUH Perdata. Hal ini didasarkan pada ketentuan Pasal 1319 KUH Perdata. Beberapa ketentuan umum hukum perikatan dalam KUH Perdata yang terkait dengan perjanjian penerbitan commercial paper, antara lain Pasal 1338 Ayat (1) yang secara implisit berisikan asas kebebasan berkontrak menjadi dasar bagi para pihak untuk membuat atau tidak membuat perjanjian, menentukan pihak dalam perjanjian, serta menyepakati isi, bentuk, dan cara membuat perjanjian penerbitan commercial paper, Pasal 1338 Ayat (2) menjadi dasar keterikatan para pihak dalam melaksanakan isi perjanjian; Pasal 1338 Ayat (3) menjadi acuan para pihak pada saat akan membuat dan melaksanakan isi perjanjian; Pasal 1233 yang menjadi sumber perikatan di antara para pihak; Pasal 1234 yang menjadi acuan penentuan jenis prestasi para pihak dalam perjanjian; dan yang terpenting adalah Pasal 1320 yang mengatur keabsahan perjanjian. Putusan Pengadilan Tinggi Jakarta terkait kasus wanprestasi dalam perjanjian penerbitan commercial paper pada intinya menyatakan bahwa menerima permohonan banding dari para Pembanding/para Tergugat, menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 240/Pdt.G/2015/PN.Jkt.Sel dan menghukum para Pembanding/para Tergugat untuk membayar biaya perkara dalam semua tingkat peradilan yang dalam tingkat banding ini sejumlah Rp 150.000 (seratus lima puluh ribu rupiah).


Detail Information

Statement of Responsibility
Description
-
Publisher STHB Press : .,
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Content Type
Undergraduate Theses
Keyword(s)

File Attachment