No image available for this title

PERBUATAN MELAWAN HUKUM TERHADAP JUAL BELI OBJEK JAMINAN FIDUSIA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NO. 42 TAHUN 1999 TENTANG JAMINAN FIDUSIA (PUTUSAN PENGADILAN TINGGI BANDUNG NOMOR 87/PDT /2018/PT.BDG)



Undang-Undang No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, dalam pelaksanaannya masih banyak menimbulkan persoalan hukum terutama yang dilakukan oleh pemberi fidusia/debitur maupun penerima fidusia/kreditur. Salah satu persoalan hukum yang timbul adalah mengenai perbuatan melawan hukum yang berkaitan dengan jual beli objek jaminan fidusia. Pasal 1365 KUHPerdata mengatur apabila seseorang mengalami kerugian karena perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh orang lain terhadap dirinya, maka ia dapat mengajukan tuntutan ganti rugi kepada Pengadilan Negeri. Tujuan Penelitian ini adaalah untuk mengetahui perbuatan melawan hukum dalam jual beli objek jaminan fidusia dihubungkan dengan Undang-Undang No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia dan untuk mengetahui dan memahami pemberian ganti kerugian karena perbuatan melawan hukum terhadap jual beli objek jaminan fidusia dihubungkan dengan putusan Pengadilan Tinggi Bandung Nomor 87/Pdt /2018/PT.Bdg.
Penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu untuk menggambarkan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai perbuatan melawan hukum terhadap jual beli objek jaminan fidusia berdasarkan Undang-Undang No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia (putusan Pengadilan Tinggi Bandung Nomor 87/Pdt/2018/PT. Bdg), metode yang dipergunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif yaitu penelitian terhadap data sekunder atau data kepustakaan yang berhubungan dengan perbuatan melawan hukum dihubungkan dengan Undang-Undang No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia.
Hasil penelitian ini, penulis dapat menarik kesimpulan bahwa terjadinya perbuatan melawan hukum dalam jual beli objek jaminan fidusia apabila perjanjian pokok yang menimbulkan kewajiban dan sekaligus tanggung jawab para pihak untuk memenuhi suatu prestasi ada yang dilanggar dan mengakibatkan kerugian bagi salah satu pihak. Pemberian ganti kerugian karena perbuatan melawan hukum terhadap jual beli objek jaminan fidusia dalam Putusan Pengadilan Tinggi Bandung Nomor 87/Pdt /2018/PT.Bdg, didasarkan kepada terpenuhinya unsur-unsur yang terdapat dalam Pasal 1365 KUHPerdata.dan besarnya ganti kerugian telah dipertimbangkan secara patut dan adil menurut hukum.


Detail Information

Statement of Responsibility
Description
-
Publisher STHB Press : .,
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Content Type
Undergraduate Theses
Keyword(s)

File Attachment