No image available for this title

TINJAUAN YURIDIS ATAS WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN JUAL BELI ANTARA PIHAK DEBITUR DENGAN PT DIRGANTARA ASPALINDO BERDASARKAN BUKU III KUHPERDATA (STUDI KASUS PUTUSAN MA NO 2107/K/PDT/2017)



Perjanjian jual beli pada dasarnya adalah perjanjian bahwa penjual memindahkan hak milik atas barang kepada pembeli sebagai imbalan sejumlah uang yang disebut harga. Pada pelaksanaan transaksi jual beli terkandung suatu perjanjian yang melahirkan hak dan kewajiban bagi para pihaknya. Penjual berkewajiban untuk menyerahkan hak milik atas barang yang dijualnya, sekaligus berhak untuk menuntut pembayaran harga yang telah disetujui, sedangkan pembeli berkewajiban untuk membayar harga barang sebagai imbalan haknya untuk menuntut penyerahan hak milik atas barang yang dibelinya, apabila pihak dalam perjanjian tidak dapat melakukan kewajiban dengan sebagaimana mestinya maka terjadi wanprestasi dalam perjanjian tersebut
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tanggung jawab pihak debitur terhadap kelalaian dalam membayar utang kepada PT Dirgantara Aspalindo menurut Buku III KUHPerdata dan untuk mengetahui penyelesaian hukum jika terjadi wanprestasi dalam perjanjian jual beli Aspal Hotmix antara pihak debitur dengan PT Dirgantara Aspalindo menurut Putusan MA No. 2107/K/Pdt/2017.
Metode penelitian bersifat deskriptif, jenis penelitian menggunakan metode penelitian normatif, metode pendekatan yang digunakan adalah metode perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach), teknik pengumpulan data menggunakan data sekunder melalui studi dokumen, metode analisis data dikumpulkan secara yuridis kualitatif.
Berdasarkan penelitian ini hasil dari pembahasan tanggung jawab pihak debitur terhadap kelalaian dalam membayar utang kepada PT Dirgantara Aspalindo menurut buku III KUHPerdata ialah pihak debitur yang melakukan wanprestasi sebagaimana diatur dalam Pasal 1243 KUHPerdata harus melakukan penggantian biaya, kerugian dan bunga karena tidak dipenuhinya suatu perikatan. Serta penyelesaian hukum jika terjadi wanprestasi dalam perjanjian jual beli aspal hotmix antara pihak debitur dengan PT Dirgantara Aspalindo menurut Putusan MA No.2107/K/Pdt ialah kreditur yang dirugikan berhak menuntut penggantian ganti rugi, biaya dan bunga. Untuk menjamin gugatan yang diajukan oleh tidak menjadi sia-sia/illusoir di kemudian hari, maka Pengadilan Negeri Bandung harus melakukan sita jaminan terhadap harta-harta kekayaan milik dan aset-aset lainnya. PT Dirgantara Aspalindo harus menarik PT Dirgantara Yudha Artha menjadi pihak tergugat agar tuntas penyelesaian perkara wanprestasi antara pihak debitur dengan PT Dirgantara Aspalindo dan dapat membuktikan kebenaran dalil-dalil dari para pihak terkait.


Detail Information

Statement of Responsibility
Description
-
Publisher STHB Press : Bandung.,
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Content Type
Undergraduate Theses

File Attachment