No image available for this title

TINJAUAN YURIDIS EMPIRIS TERHADAP PELANGGARAN PENG-GUNAAN SIRINE & STROBO PADA KENDARAAN PRIBADI MENURUT UNDANG-UNDANG NO.22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN DAN PERATURAN PEMERINTAH NO.55 TAHUN 2012 TENTANG KENDARAAN DI WILAYAH POLRES CIAMIS



Penggunaan sirine dan strobo pada kendaraan pribadi masyarakat merupakan pelanggaran lalu lintas dan prakteknya di wilayah Ciamis, kian marak penggunaan sirine dan strobo. Untuk mewujudkan suatu tindakan hukum yang dilakukan oleh aparat kepolisian yang mengacu kepada Undang – Undang No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Atas dasar tersebut, maka timbullah permasalahan, diantaranya bagaimanakah proses penyidikan terhadap pelanggaran penggunaan sirine dan lampu strobo pada kendaraan bermotor di Kepolisian Resor Ciamis ? dan Bagaimanakah penerapan hukum terhadap pelanggaran penggunaan sirine dan lampu strobo di Kepolisian Resor Ciamis ?. Spesifikasi penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitis yaitu untuk menggambarkan secara sistematis, faktual dan akurat terrhadap pelanggaran penggunaan sirine dan strobo pada kendaraan pribadi di Wilayah Kepolisian Resor Ciamis. Metode pendekatan penelitian ini adalah pendekatan perundangundangan dan kasus. Jenis penelitian yuridis empiris (penelitian lapangan), yaitu mengkaji ketentuan hukum yang berlaku serta apa yang terjadi dalam kenyataannya di masyarakat. Kemudian dilakukan analisis dengan menggunakan metode normatif kualitatif sehingga tidak menggunakan rumus-rumus maupun model statistik. Dari hasil penelitian tersebut, permasalahan pertama adalah Proses Penyidikan yang telah dilakukan oleh Aparat Kepolisian Resor Ciamis dalam menindak pelanggaran penggunaan sirine dan strobo tersebut dengan melakukan operasi patuh kepolisian yang bekerja sama dengan Polsek setempat dan Dishub untuk memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan yaitu : SIM, STNK, Buku Uji (Kendaraan Barang), apabila terbukti adanya pelanggaran penggunaan sirine dan strobo maka pihak yang bersangkutan akan diberikan Surat Tilang dan melakukan penyitaan barang bukti Sirine dan Strobo untuk dimusnahkan. Permasalahan kedua adalah Penerapan hukum yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap pelanggaran penggunaan sirine dan strobo oleh kendaraan pribadi diberikan sanksi pidana denda Rp. 250.000,- yang didahulukan tanpa adanya sanksi alternatif yaitu pidana kurungan 1 bulan. Penerapan hukum tersebut tidak sesuai secara normatif dalam Pasal 59 jo Pasal 106 ayat (4) huruf f, atau Pasal 134 UU LLAJ.

Kata Kunci : Pelanggaran Lalu Lintas, dan Penggunaan Sirine / Strobo


Detail Information

Statement of Responsibility
Description
-
Publisher STHB Press : Bandung.,
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Content Type
Undergraduate Theses

File Attachment