No image available for this title

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA DESERSI PADA WAKTU DAMAI MENURUT PASAL 87 KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA MILITER (STUDI KASUS PUTUSAN PENGADILAN MILITER II-09 BANDUNG NOMOR 32-K/PM.II-09/AD/III/2018)



TNI merupakan bagian dari masyarakat indonesia yang dilatih dan dididik untuk menjaga keutuhan NKRI. TNI mempunyai pegangan hidup dalam menjalani kehidupan kedinasannya, yaitu Sapta Marga dan Sumpah Prajurit untuk meningkatkan kedisiplinan dalam berkehidupan berdinas TNI. Namun anggota TNI hanyalah manusia biasa, tidak luput dari kesalahan dan tindakan yang berhubungan dengan pidana. Salah satunya Tindak Pidana desersi pada waktu damai, Tindak pidana desersi pada waktu damai merupakan suatu tindak pidana yang dilakukan oleh anggota militer dengan salahnya atau dengan sengaja melakukan ketidakhadiran tanpa ijin dalam waktu 30 hari. Sinergi dengan hal tersebut terdapat beberapa permasalahan yang dapat diidentifikasi sebagaimana berikut: 1. Bagaimanakah Penerapan Pasal 87 Kitab Undang-Undang Pidana Militer terhadap Putusan Pengadilan Militer II-09 BANDUNG NOMOR 32K/PM.II-09/AD/III/2018 ? 2. Bagaimanakah Sanksi Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana Desersi Pada Waktu Damai terhadap Putusan Pengadilan Militer II09 BANDUNG NOMOR 32-K/PM.II-09/AD/III/2018 ? Permasalahan yang diidentifikasikan di atas, sekaligus menjadi objek penelitian, metode penelitian yang digunakan bersifat deskriftif analisis, menggunakan pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan bahan hukum primer, sekunder dan tersier, teknik pengumpulan data dengan studi dokumen dan studi kepustakaan sedangkan analisis data yang dilakukan secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan, yaitu: pertama, Bahwa terdakwa Dodi Muttakin telah sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana desersi pada waktu damai yang terdapat dalam rumusan Pasal 87 ayat (1) ke 2 jo ayat 2 KUHPM. yang kedua Bahwa Pemberian sanksi pidana terhadap kasus tindak pidana desersi dalam waktu damai yang dilakukan oleh anggota TNI AD Kodim 0607/Kota Sukabumi Rem 061/SK sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Pemberian sanksi tindak pidana desersi tersebut berlandaskan pada ketentuan Kitab Undang-undang Hukum Pidana Militer (KUHPM) dan UndangUndang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer.


Kata Kunci : Militer, Pidana Militer, Desersi


Detail Information

Statement of Responsibility
Description
-
Publisher STHB Press : Bandung.,
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Content Type
Undergraduate Theses

File Attachment