No image available for this title

TINJAUAN HUKUM TANGGUNG JAWAB AHLI WARIS TERHADAP HUTANG PEWARIS DI BANK DIHUBUNGKAN DENGAN KUHPERDATA DAN HUKUM ISLAM



TINJAUAN HUKUM TANGGUNG JAWAB AHLI WARIS TERHADAP HUTANG PEWARIS DI BANK DIHUBUNGKAN DENGAN
KUHPERDATA DAN HUKUM ISLAM

UUS NOPIANSYAH

A B S T R A K


Klausula perjanjian pemberian kredit yang dilakukan tidak menutup kemungkinan akan terjadi resiko di kemudian hari. Dalam kenyataan yang terjadi pada masyarakat Indonesia berkaitan dengan pengembalian pinjaman kredit, ada nasabah yang meninggal dunia sebelum jatuh tempo hutang tersebut selesai, hal ini menimbulkan permasalahan tentang pengembalian kredit bank tersebut, terlebih bagi umat Islam adalah suatu keharusan melaksanakan syari’at Islam, termasuk pula dalam hal penyelesaian masalah pembagian harta pusaka, sebab kewarisan Islam, harta peninggalan yang diterima oleh ahli waris pada hakikatnya merupakan kelanjutan tanggung jawab terhadap keluarganya. Oleh karena itu menarik untuk dianalisis tentang tanggung jawab ahli waris terhadap hutang pewaris di bank dihubungkan dengan KUHPerdata dan Hukum Islam dan penyelesaian masalah hutang pewaris oleh ahli waris di bank dalam kaitannya dengan perjanjian kredit.
. Penelitian ini bersifat deskriftip dengan jenis penelitian, Penelitian hukum normatif. Pengumpulan data melalui studi kepustakaan, dan studi dokumen. Analisis dilakukan secara kualitatif, tanpa menggunakan rumus matematika, rumus statiska.
Hasil analisis permasalahan pertama, bahwa tanggung jawab ahli waris terhadap hutang pewaris tidak mengikat secara hukum karena tanggung jawab ahli waris untuk membayar utang pewaris hanya dapat terlaksana setelah ahli waris menerima warisan, baik menerima secara penuh dengan tegas dan nyata ataupun secara diam-diam maupun menerima secara benefisier, ahli waris yang diberi tanggung jawab utang bukan pihak dalam perjanjian serta bertentangan dengan ketentuan Pasal 1317 Jo. Pasal 1340 KUHPerdata, sedangkan tanggung jawab ahli waris terhadap pewaris berdasarkan Hukum Islam, sebagaimana diatur dalam Pasal 175 ayat (1), yaitu mengurus dan menyelesaikan sampai pemakaman jenazah selesai, menyelesaikan baik utang-utang berupa pengobatan, perawatan, termasuk kewajiban pewaris maupun menagih piutang, menyelesaikan wasiat pewaris;dan membagi harta warisan di antara ahli waris yang berhak. Hasil analisis permasalahan yang kedua, Penyelesaian masalah hutang pewaris oleh ahli waris di bank dalam kaitannya dengan perjanjian kredit, yaitu didasarkan pada klausula perjanjian kredit yang dibuat antara pewaris dengan bank, dengan cara pemohonan hapus tagih dan dengan cari pengalihan debitur (novasi), sedangkan mekanisme yang dipilih oleh ahli waris adalah dengan cara hapus tagih yaitu penghapusan utang atau kredit yang ada di bank yang dikarenakan debitur meninggal dunia.






Detail Information

Statement of Responsibility
Description
-
Publisher STHB Press : Bandung.,
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Content Type
Undergraduate Theses
Keyword(s)

File Attachment