No image available for this title

Kebijakan Mengenai Kewajiban Orang Tua/Wali Yang Melaporkan Anaknya Sebagai Pecandu Narkotika Berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Dalam Perspektif Perlindungan Anak



Penyalahgunaan narkotika merupakan salah satu faktor yang menyebabkan semakin bertambahnya kejahatan di dunia, termasuk Indonesia. Karena narkotika yang memberikan efek samping berupa rasa candu (adiksi) dapat memaksa seseorang untuk mencari dan mengkonsumsi narkotika tersebut bagaimanapun caranya dan bagaimanapun keadaaan penyalahguna tersebut. Dan, apabila mereka tidak memiliki uang untuk membeli narkotika, maka para penyalahguna akan melakukan apa saja untuk mendapatkan uang, termasuk melakukan tindakan kriminal seperti pencurian, perampokan, bahkan pembunuhan. Oleh karena itu sebagai orang tua wajib untuk melaporkan anaknya apabila diketahui telah menyalahgunakan ataupun candu akan narkotika sesuai dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tindakan melaporkan anak sebagai pecandu narkotika merupakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak atau bukan.
Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dimaksudkan untuk memberikan data yang seteliti mungkin tentang manusia, keadaan atau gejala-gejala lainnya, melalui pendekatan perundang-undangan dengan studi literatur dan wawancara yang berkaitan dengan kewajiban orangtua/wali untuk melaporkan anaknya sebagai pecandu narkotika berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dalam perspektif perlindungan anak. Penelitian lebih ditekankan kepada data sekunder atau data kepustakaan, didukung dengan penelitian lapangan.
Berdasarkan hasil penelitian, penulis memperoleh kesimpulan, yaitu pertama, bahwa melaporkan anak sebagai pecandu narkotika merupakan bentuk perlindungan anak, dan negara sudah berpartisipasi dalam melindungi anak dengan memberikan diversi dalam sistem peradilan anak, sehingga anak semakin merasa dilindungi dalam kasusnya, dan kedua, pelaksanaan Pasal 55 Undang-Undang Narkotika ini masih belum optimal pelaksanaannya karena beberapa faktor, seperti kurangnya sosialisasi mengenai pasal tersebut, atau ketakutan akan aib yang diterima orang tua apabila melaporkan anaknya sebagai pecandu narkotika.


Detail Information

Statement of Responsibility
Description
-
Publisher STHB : Bandung.,
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Content Type
Undergraduate Theses

File Attachment