No image available for this title

Tinjauan Yuridis Perjanjian Jual Beli Atas Harta Warisan Berupa Tanah Yang Dilaksanakan Oleh Pihak Yang Bukan Merupakan Ahli Waris Dihubungkan Dengan KuhPerdata Jo. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 3205 K/ Pdt/ 2017)



Kebutuhan tanah yang demikian memegang peranan penting baik dalam kehidupan manusia maupun dalam dinamika pembangunan dengan sendirinya di samping membawa dampak positif meningkatnya harga tanah juga membawa dampak negatif yaitu timbulnya konflik pertanahan dengan berbagai macam modus operandi. Konflik atau sengketa pertanahan salah satunya adalah konflik pertanahan dalam pelaksanaan jual-beli harta warisan berupa tanah yang dilaksanakan oleh pihak yang bukan merupakan ahli waris. Sehingga permasalahan yang akan dianalisis yaitu tinjauan yuridis perjanjian jual beli atas harta warisan berupa tanah yang dilaksanakan oleh pihak yang bukan merupakan ahli waris dihubungkan dengan KUHPerdata Jo. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah (studi Kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 3205 K/pdt/ 2017). Permasalahan tersebut perlu dikaji untuk mengetahui dan memahami akibat hukum dari jual-beli tanah warisan yang dilakukan oleh pihak yang bukan merupakan ahli waris serta untuk mengetahui dan memahami pelaksanaan Putusan Mahkamah Agung Nomor 3205 K/ Pdt/ 2017 .
Permasalahan di atas dianalisis melalui spesifikasi penelitian yang bersifat penelitian deskriptif (descriptive research) dengan menggunakan penelitian yuridis normative dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi dokumen (study of document). Studi dokumen merupakan pengkajian yang dilakukan untuk mendapatkan informasi tertulis tentang hukum yang tidak dipublikasikan secara umum oleh pihak tertentu. Studi dokumen yang dikaji dalam penelitian ini adalah mengkaji putusan Mahkamah Agung Nomor 3205 K/ Pdt/ 2017.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa akibat hukum dari perbuatan jual beli tanah warisan yang diketahui adalah milik orang lain adalah perjanjian jual beli itu dapat dibatalkan karena tidak memenuhi syarat subjektif sahnya perjanjian yang tercantum dalam Pasal 1320 KUH Perdata yaitu kecakapan atau kewenangan. Dan Perbuatan Tala Dg Sarro Bin Baso yang menjual tanah milik salli binti manre merupakan Perbuatan Melawan Hukum dan jual beli yang dilaksanakan oleh Tala Dg Sarro Bin Baso adalah dapat dibatalkan. Oleh karena jual beli itu batal, maka tanah harus dikembalikan ke pemilik sah dari tanah itu. Semua itu sesuai dengan amar putusan Pengadilan Negeri Takalar Nomor: 6/Pdt.G/2016/PN.Tka.


Detail Information

Statement of Responsibility
Description
-
Publisher STHB : Bandung.,
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Content Type
Undergraduate Theses

File Attachment