No image available for this title

Tinjauan Yuridis Hak-Hak Bagi Pekerja Harian Lepas Dihubungkan Dengan Putusan Mahkamah Agung Nomor 580k/Pdt.Sus-Phi/2017



Permasalahan yang menjadi bagian dari keragaman kajian hukum ketenagakeraan sejak dahulu adalah wujud keadilan yang dirasa tidak adil atau upaya terciptanya keterpaksaan penerimaan akan rasa ketidakadilan dalam sebuah bayang keadilan, hak-hak pekerja/buruh belum terpenuhi seutuhnya khususnya dalam hal ini mengenai hak-hak yang seharusnya didapatkan oleh pekerja/buruh harian lepas, sehingga permasalahan yang akan dianalisis yaitu, tanggung jawab pengusaha terhadap pekerja/buruh harian lepas yang mengalami kecelakaan kerja dan hak-hak yang seharusnya didapatkan oleh pekerja/buruh harian lepas dihubungkan dengan Putusan Mahkamah Agung Nomor 580K/PDT.SUS-PHI/2017. Permasalahan tersebut perlu diteliti untuk mengetahui tanggung jawab yang seharusnya dilakukan oleh pengusaha terhadap pekerja/buruh harian lepas yang mengalami kecelakaan kerja, serta hak-hak yang seharusnya didapatkan oleh pekerja/buruh harian lepas dihubungkan dengan Putusan Mahkamah Agung Nomor 580K/PDT.SUS-PHI/2017.
Spesifikasi penelitian yang digunakan oleh penulis adalah penelitian deskriptif (descriptive research) dan penelitian preskriptif. Penelitian deskriptif yaitu penelitian yang bersifat pemaparan dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang suatu keadaan hukum yang berlaku di tempat tertentu dan pada saat tertentu atau peristiwa hukum tertentu yang terjadi di masyarakat, selain itu penelitian preskriptif yaitu suatu penelitian yang ditujukan untuk mendapatkan saran-saran dalam mengatasi masalah tertentu. Penulis menggunakan penelitian yuridis normatif untuk menggambarkan mekanisme sebuah proses yaitu penelitian hukum yang dilaksanakan dengan meniliti bahan pustaka atau data sekunder yang berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier melalui pendekatan undang-undang (statute aapproach) dan pendekatan kasus (case approach) dengan teknik pengumpulan data secara studi dokumen yaitu mengkaji putusan penyelesaian perkara ketenagakerjaan dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 580K/PDT.SUS-PHI/2017 yang kemudian dianalisis dengan menggunakan metode normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa Pengusaha bertanggung jawab atas keselamatan kerja, kesehatan kerja, perlindungan terhadap pekerja/buruh serta ganti rugi kepada pekerja/buruh yang mengalami kecelakaan kerja. Pengusaha memiliki kewajiban untuk mengikutsertakan pekerja/buruh harian lepas dalam program Jamsostek. Hak-hak pekerja/buruh harian lepas sama halnya dengan hak-hak pekerja/buruh pada umumnya namun masa kerja dari pekerja/buruh harian lepas tersebut dapat membedakan hak yang didapatnya dengan Pekerja tetap (Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu). Hak-hak pekerja harian lepas Hak-hak pekerja harian lepas berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 580K/PDT.SUS-PHI/2017 hanya berhak mendapatkan uang pengganti santunan cacat akibat kecelakaan kerja sejumlah Rp. 61.152.000,00 (enam puluh satu juta seratus lima puluh dua ribu rupiah) dari pengusaha akibat kecelakaan kerja yang dialami oleh pekerja/buruh harian lepas yang bekerja di perusahaannya.


Detail Information

Statement of Responsibility
Description
-
Publisher STHB : Bandung.,
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Content Type
Undergraduate Theses

File Attachment