No image available for this title

RASIONALITAS PENJATUHAN PIDANA PENJARA TERHADAP PENGGUNA NARKOTIKA MENURUT UNDANG-UNDANG RI NO 35 TAHUN 2009 TENTANG NARKOTIKA DIHUBUNGKAN DENGAN PUTUSAN PENGADILAN NEGERI BANDUNG NO: 1114/ PID.SUS/ 2015/ PN. BDG ABSTRAK



Beberapa waktu belakangan ini dalam hal penanggulangan dan pemberantasan tindak pidana narkotika di Indonesia masih belum mendapatkan solusi yang baik. Masalah di dalam ini adalah pertama, Rasionalitas Penjatuhan Pidana Penjara Terhadap Pengguna Narkotika Berdasarkan UU Tentang Narkotika Dihubungkan Dengan Putusan Pengadilan Negeri Bandung No: 1114/ Pid.Sus/ 2015/ PN. Bdg dan yang kedua, Daya Guna Penjatuhan Pidana Penjara Selama Dua Tahun Terhadap Pengguna Narkotika Dihubungkan Dengan Putusan Pengadilan Negeri Bandung No: 1114/ Pid.Sus/ 2015/ PN. Bdg. Metode penelitian yang digunakan yakni pertama, penelitian ini bersifat deskriptif. Kedua, jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif. Jenis penelitian yuridis normatif dengan menelaaf data sekunder yaitu bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Ketiga, metode pendekatan yang dipergunakan adalah pendekatan perundang-undangan dan konseptual serta kebijakan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan studi literatur serta menggunakan metode analisis data kualitatif atau diukur secara tidak langsung. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dibuat kesimpulan yakni pertama, bahwa penanggulangan tindak pidana penggunaan narkotika selama ini masih mengedepankan primum Remedium dan belum menemukan titik terang. Sebab jika ditelaah secara rasional, pengguna narkotika adalah orang yang mengalami ketergantungan. Sehingga menempatkannya di dalam penjara sama dengan membunuh pengguna tersebut. Sebab di dalam penjara pengguna tersebut tidak akan mendapatkan perawatan yang baik. Berbeda jika pengguna tersebut di Rehabilitasi, ia akan dirawat sampai ketergantungannya terhadap narkotika tersebut hilang. Sehingga dalam hal penanggulangan penggunaan narkotika alangkah baiknya jika digunakan Ultimum Remedium. Sehingga ia akan mendapatkan perawatan atas ketergantungannya tersebut, dan juga tidak akan menghilangkan asas-asas yang ada yakni kemanusiaan dan juga keadilan. kedua, bahwa penjatuhan pidana penjara yang dilakukan adalah dengan tujuan untuk mendatangkan efek jerah dan juga untuk mendidik pengguna tersebut. Ketika hal-hal tersebut tercapai maka, dapat dikatakan bahwa pidana penjara tersebut berdaya guna. Hal ini akan berbeda jika diterapkan kepada pengguna narkotika, karena ketika masa pemidanaan itu selesai, pengguna tersebut akan mengulangi tindak pidana yang sama disebabkan karena pengguna tersebut dalam ketergantungan terhadap narkotika, sehingga dapat dikatakan bahwa pidana penjara adalah sanksi yang kurang efektif dan juga tidak akan mendatangkan efek jerah kepada diri pengguna narkotika, karena sebetulnya ia harusnya di Rehabilitasi. Kata kunci: Rasionalitas, Pidana, Pengguna Narkotika, Daya Guna, Rehabilitasi.


Detail Information

Statement of Responsibility
Description
-
Publisher STHB : Bandung.,
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Content Type
Undergraduate Theses

File Attachment