No image available for this title

TINJAUAN YURIDIS MENGENAI TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN TERHADAP ANAK DI BAWAH UMUR DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG- UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK DIHUBUNGKAN DENGAN PUTUSAN PENGADILAN NEGERI TENGGARONG NOMOR 655/PID.SUS/2017/PN.TRG



Pembicaraan tentang anak dan perlindungannya tidak akan pernah berhenti sepanjang sejarah kehidupan, karena anak adalah generasi penerus bangsa dan penerus pembangunan, yaitu generasi yang dipersiapkan sebagai subjek pelaksana pembangunan yang berkelanjutan dan pemegang kendali masa depan suatu negara, tidak terkecuali Indonesia. Dalam Putusan Pengadilan Negeri Tenggarong Nomor 655/PID.SUS/2017/PN.TRG dalam kasus tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh Terdakwa TEGUH PRIANTO Bin TALKIMIN maka, Penulis ingin mengetahui dan menganalisis mengenai pengaturan ancaman pidana dalam tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan penerapan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur dalam Putusan Pengadilan Negeri Tenggarong Nomor 655/PID.SUS/2017/PN.TRG.
Spesifikasi penelitian yang penulis lakukan adalah bersifat penelitian deskriptif (descriptive research). Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif. Metode Pendekatan yang dipergunakan adalah pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach).Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini dilakukan dengan cara studi literatur (study of literature) dan selanjutnya data yang diperoleh dalam penelitian ini, dianalisis dengan metode kualitatif.
Berdasarkan hasil dari penelitian pertama menunjukkan bahwa pengaturan ancaman pidana terkait tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur dalam Pasal 76 E Jo. 82 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang terkait dengan Putusan Pengadilan Negeri Tenggarong Nomor 655/PID.SUS/2017/PN.TRG kepada Terdakwa baik Penuntut Umum maupun Hakim tidak menuntut dan menjatuhkan ancaman pidana yang maksimal. Sedangkan hasil dari penelitian kedua menunjukkan bahwa penerapan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur dalam Putusan Nomor 655/PID.SUS/2017/PN.TRG sudah tepat yaitu sesuai dengan ancaman pidana yang dirumuskan di dalam pasal 76 E Jo. Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.


Detail Information

Statement of Responsibility
Description
-
Publisher STHB : Bandung.,
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Content Type
Undergraduate Theses