No image available for this title

Perspektif Politik Kriminal Terhadap Kejahatan Pencemaran Nama Baik Melalui Media Elektronik Dihubungkan Dengan Ajaran Penyertaan (Deelneming)



Cybercrime atau kejahatan siber saat ini menjadi salah satu tempat berkembangnya suatu tindak kejahatan. Salah satu akses negatif yaitu semakin maraknya kejahatan di media elektronik seperti pencemaran nama baik di media sosial, serangan pencurian identitas dan lainnya. Dewasa ini terkhusus pada kejahatan pencemaran nama baik ternyata kian hari kian meningkat jumlahnya, maka perlu ditanggulangi menggunakan sarana penal. Sehubungan dengan hal tersebut, tujuan penelitian pertama adalah untuk mengetahui perspektif politik kriminal terhadap kejahatan pencemaran nama baik melalui media elektronik dihubungkan dengan turut serta dalam ajaran penyertaan (deelneming), dan tujuan penelitian kedua adalah kebijakan formulasi mengenai perumusan delik dan ancaman pidana terhadap perbuatan turut serta membagikan konten pencemaran nama baik.
Permasalahan di atas diteliti dengan mengunakan metode-metode sebagai berikut, spesifikasi penelitian yang digunakan deskriptif, jenis penelitian yuridis normatif, menggunakan bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier, menggunakan metode pendekatan perundang-undangan, dan pendekatan kebijakan, serta metode analisis data yang dilakukan adalah secara normatif kualitatif.
Hasil penelitian terhadap permasalahan pertama adalah berdasarkan perspektif politik kriminal terhadap kejahatan pencemaran nama baik dihubungkan dengan ajaran penyertaan adalah karena telah terjadi kekosongan hukum yang menimbulkan permasalahan seperti disparitas hukum pidana, ketidak adilan dan ketidak pastian hukum, sehingga diperlukannya pembaharuan dengan memasukkan ajaran penyertaan ke dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), sedangkan terhadap permasalahan kedua adalah untuk mengisi kekosongan hukum dan berbagai permasalahan di atas serta agar menjadi rasional, maka penulis membuat dengan rumusan: Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak turut serta mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik melalui media elektronik dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah)”.


Detail Information

Statement of Responsibility
Description
-
Publisher STHB : Bandung.,
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Content Type
Undergraduate Theses

File Attachment