No image available for this title

Kekuatan Pembuktian Keterangan Ahli Psikologi dalam Perkara Tindak Pidana Pembunuhan



Kasus kejahatan terhadap nyawa seseorang khususnya kejahatan pembunuhan, membutuhkan bantuan keterangan ahli dalam penyidikannya. Keterangan ahli yang dimaksud ini salah satunya yaitu keterangan dari psikolog yang dapat membantu penyidik dalam memberikan bukti berupa keterangan yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai keadaan mental dan kejiwaan pelaku, terutama terkait dengan pembuktian kondisi mental dari pelaku saat melakukan tindak kejahatan pembunuhan atau juga dapat dicari sebab-sebab yang mendorong si pelaku melakukan perbuatan tersebut. Peranan keterangan ahli untuk kelengkapan alat bukti dalam berkas perkara pro yustisia dengan pemeriksaan dalam sidang pengadilan sangat membantu dalam usaha untuk menambah keyakinan hakim dalam hal pengambilan keputusan.
Pendekatan terhadap permasalahan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dan merupakan pendekatan utama. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui studi kepustakaan untuk mendapatkan data sekunder yang kemudian dianalisis secara kualitatif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa peran psikolog sangat signifikan dalam perkara pidana untuk membantu memberikan input yang akan menambah keyakinan hakim apakah pelakulah yang melakukan atau tidak melakukan perbuatan pidana tersebut. Proses peradilan pidana membutuhkan informasi dari saksi, korban dan tersangka. Dalam konsep psikologi, memori saksi sangat rentan dengan peristiwa yang ia alami sehingga menyebabkan informasi menjadi kurang akurat. Dibutuhkan teknik psikologi untuk mengurangi bias informasi yang terjadi. Dua teknik yang biasa digunakan adalah hipnosis dan wawancara kognitif yang membutuhkan ketrampilan psikologi dalam penerapannya. Substansi dari keterangan ahli di depan sidang pengadilan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah yaitu: Hasil wawancara, Hasil pengetesan yang terdiri dari beberapa test tertulis di antaranya: Test grafis atau test proyektif, Thematic Apperception Test, SSCT, dan Test Intelegensi. Saran berdasarkan hasil penelitian ini adalah Untuk dapat lebih meyakinkan hakim terkait dengan keterangan ahli psikologi, disarankan keterangan yang disampaikan tidak hanya bersifat oral saja tetapi juga berdasarkan laporan tertulis. Psikolog diharapkan lebih berperan dalam membantu kepolisian dalam fase penyelidikan dan penyidikan kepolisian. Psikolog diharpkan dapat membantu kepolisian dengan melakukan pelatihan pada polisi agar dapat menggali kesaksian secara akurat dengan menggunakan teknik wawancara kognitif.Disarankan, untuk selanjutnya perlu diadakan pelatihan dan pemantauan terkait etika pemberian keterangan ahli agar psikolog tidak terjerumus dalam fenomena “asal bicara, tergantung siapa yang bayar”.Disarankan agar setiap ahli psikologi yang dihadirkan di persidangan, mendapatkan akses yang sama terhadap pelaku. Hal ini dilakukan agar ahli psikologi yang dihadirkan kedua pihak dapat memberikan keterangan yang bersifat objektif di persidangan sesuai dengan data yang dia dapatkan secara lengkap.


Detail Information

Statement of Responsibility
Description
-
Publisher STHB : Bandung.,
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Content Type
Master Theses

File Attachment