No image available for this title

Kebijakan Penerapan Diversi terhadap anak yang melakukan Tindak Pidana Pencabulan dalam Perspektif Perlindungan Anak dan Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) di Kabupaten Subang



Anak yang melakukan tindak pidana atau dalam praktek sehari-hari di pengadilan disebut sebagai anak yang sedang berhadapan dengan hukum, harus diperlakukan secara manusiawi, didampingi, disediakan sarana dan prasarana khusus, sanksi yang diberikan kepada anak sesuai dengan prinsip kepentingan terbaik anak, hubungan keluarga tetap dipertahankan artinya anak yang berhadapan dengan hukum kalau bisa tidak ditahan/dipenjarakan kalaupun dipenjarakan/ditahan, ia dimasukkan dalam ruang tahanan khusus anak dan tidak bersama orang dewasa. Selain itu, diberikan pula jaminan perlindungan terhadap anak-anak yang berhadapan dengan hukum ditetapkan sebagai kelompok anak yang membutuhkan ”Perlindungan Khusus”. Mendidik anak merupakan hal yang penting untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia yang akan datang. Mengenalkan hukum dan mengajarkan anak untuk taat hukum sejak dini juga perlu dilakukan oleh orang tua dan pendidik di sekolah. Hukum juga harus memberikan ruang bagi anak untuk terus berkembang dan terlindungi sesuai kapasitas pertumbuhannya. Untuk itu diharapkan generasi muda di masa datang lebih bisa mentaati hukum yang berlaku. Pelaksanaan konsep diversi hendaknya dilakukan dengan tujuan menghindarkan anak dari implikasi negatif sistem peradilan pidana yang ada, menghindarkan anak akan masuk sistem peradilan pidana anak dan menghilangkan label penjahat terhadap anak yang telah terlanjur menjadi korban dari sistem dan perkembangan lingkungan pergaulan yang ada.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Penelitian Hukum Normatif-EmpiriS yaitu penggabungan antara pendekatan hukum normatif dengan adanya penambahan dari berbagai unsur-unsur empiris. Dalam metode penelitian normatif-empiris ini juga mengenai implementasi ketentuan hukum normatif (undang-undang) dalam aksinya disetiap peristiwa hukum tertentu yang terjadi dalam suatu masyarakat.
Terhadap Perkara Nomor: BP/02/XII/2015/Reskrim, kepolisian Resor Subang telah melakukan proses Diversi. Sebelumnya sesuai dengan prosedur yang ditetapkan terhadap laporan tindak pidana pencabulan yang dilakukan oleh anak dibawah umur tersebut penyidik kepolisian resor Subang telah melaksanakan proses mulai dari penyelidika, penyidikan, pengumpulan barang bukti sampai proses melaksanakan Diversi sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Penerapan konsep diversi wajib dilakukan di setiap tahap.


Detail Information

Statement of Responsibility
Description
-
Publisher STHB : Bandung.,
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Content Type
Master Theses

File Attachment