No image available for this title

Arbitrase Online sebagai Mekanisme Penyelesaian Sengketa dalam Transaksi Perdagangan secara Elektronik berdasarkan Hukum Positif Indonesia



Arbitrase on-line merupakan salah satu mekanisme penyelesaian sengketa dengan menggunakan on-line dispute resolution (ODR). Arbitrase on-line dapat digunakan dalam penyelesaian sengketa bisnis dan perdagangan nasional dan internasional. Penulis meneliti arbitrase on-line dengan tujuan untuk menganalisis dan memahami keberadaan arbitrase on-line sebagai mekanisme penyelesaian sengketa dalam perdagangan secara elektronik ditinjau dari hukum positif Indonesia. Selain itu, untuk menganalisis dan mengetahui hambatan-hambatan yang timbul dalam penggunaan arbitrase on-line sebagai mekanisme penyelesaian sengketa dalam perdagangan secara elektronik.
Untuk mewujudkan tujuan di atas, penulis melakukan penelitian deskriptif, yaitu menganalisis dan menggambarkan secara sistematis, faktual, dan akurat peraturan perundang-undangan yang terkait dengan arbitrase on-line sebagai mekanisme penyelesaian sengketa dalam perdagangan secara elektronik (ecommerce), khususnya e-commerce internasional. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan perundangundangan (statute approach). Data diperoleh melalui studi dokumen dan dianalisis dengan menggunakan metode normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa keberadaan arbitrase on-line sebagai mekanisme penyelesaian sengketa dalam perdagangan secara elektronik telah diatur dalam hukum positif Indonesia, yaitu dalam UU ITE serta UU Arbitrase dan APS. Penggunaan arbitrase on-line dalam penyelesaian sengketa ecommerce (internasional) didasarkan pada ketentuan Pasal 18 Ayat (4) UU ITE yang mengatur pilihan forum penyelesaian sengketa dalam transaksi elektronik internasional. Sementara itu, penyelenggaraan arbitrase on-line didasarkan pada ketentuan Pasal 4 Ayat (3) UU Arbitrase dan APS yang mengatur penyelesaian sengketa melalui arbitrase dalam bentuk pertukaran surat yang dapat dikirim melalui teleks, telegram, faksimile, e-mail, atau dalam bentuk sarana komunikasi lainnya. Ketentuan ini menegaskan bahwa semua dokumen dalam proses berarbitrase dibuat secara elektronik. Mekanisme penyelesaian sengketa melalui arbitrase on-line, pada dasarnya dilakukan melalui media internet. Hambatanhambatan yang timbul dalam penggunaan arbitrase on-line sebagai mekanisme penyelesaian sengketa dalam perdagangan secara elektronik, antara lain terkait dengan kontrak untuk melakukan arbitrase sesuai ketentuan Pasal IV Ayat (1) dan Pasal II Ayat (2) Konvensi New York 1958; terkait dengan pemilihan arbiter yang tidak memihak; terkait dengan pemenuhan prinsip prosedur dasar dalam kaitan dengan hak para pihak yang bersengketa dalam proses arbitrase, terutama kesempatan yang layak untuk didengar; serta terkait dengan sifat mengikat dan kemampuan pelaksanaan putusan arbitrase menurut Konvensi New York 1958.


Detail Information

Statement of Responsibility
Description
-
Publisher STHB : Bandung.,
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Content Type
Master Theses

File Attachment