No image available for this title

Dugaan Persaingan Usaha TIdak Sehat dalam Industri Sepeda Motor Jenis Skuter Matic 110-125 CC di Indonesia serta Dampaknya terhadap Konsumen dalam Analisis Hukum Persaingan Usaha dan hukum Perlindungan Konsumen



Konsumen harus dilindungi dari setiap tindakan pelaku usaha yang menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dan merugikan konsumen. Penulis meneliti dugaan persaingan usaha tidak sehat dalam industri sepeda motor jenis skuter matik (skutik) 110-125 CC di Indonesia dengan tujuan untuk memahami dan mengkaji perjanjian antara PT. YIMM dan PT. AHM menimbulkan persaingan usaha tidak sehat yang dilarang oleh UU No. 5 Tahun 1999. Selain itu, untuk mengetahui dan mengkaji perlindungan terhadap konsumen atas dampak dugaan persaingan usaha tidak sehat dalam perjanjian antara PT. YIMM dan PT. AHM, serta mengetahui dan mengkaji tanggung jawab yang dapat digugat konsumen terhadap pelaku usaha atas dampak dugaan persaingan usaha tidak sehat dalam perjanjian antara PT. YIMM dan PT. AHM.Untuk mencapai tujuan di atas, penulis melakukan penelitian deskriptif analitis, yaitu menggambarkan dan menganalisis persaingan usaha tidak sehat dalam industri sepeda motor jenis skutik di Indonesia. Metode pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data diperoleh melalui studi dokumen dan dianalisis dengan menggunakan metode normatif kualitatif.Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa perjanjian antara PT. YIMM dan PT. AHM patut diduga menimbulkan persaingan usaha tidak sehat yang dilarang oleh UU No. 5 Tahun 1999. Perjanjian tersebut melanggar ketentuan mengenai penetapan harga yang diatur dalam Pasal 5 ayat (1) UU No. 5 Tahun 1999. Perlindungan hukum terhadap konsumen atas dampak dugaan persaingan usaha tidak sehat dalam perjanjian antara PT. YIMM dan PT. AHM dapat dilakukan melalui upaya secara hukum, yaitu melalui peraturan perundang-undangan, menggugat PT. YIMM dan PT. AHM melalui pengadilan atau di luar pengadilan, serta melalui pengaturan secara mandiri oleh PT. YIMM dan PT. AHM berupa ketentuan intern tentang standar produksi dan pemasaran sepeda motor skutik. Selain itu, melalui upaya perlindungan secara nonhukum melalui niraksi dan ragam aksi. Tanggung jawab yang dapat digugat konsumen terhadap PT. YIMM dan PT. AHM adalah tanggung jawab atas dasar perbuatan melawan hukum (tortious liability). Tindakan PT. YIMM dan PT. AHM patut diduga melanggar hak konsumen sebagaimana diatur dalam Pasal 4 huruf b UUPK dan melanggar Pasal 5 ayat (1) UU No. 5 Tahun 1999.


Detail Information

Statement of Responsibility
Description
-
Publisher STHB : Bandung.,
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Content Type
Master Theses
Keyword(s)

File Attachment