No image available for this title

Tinjauan Yuridis Proses Peradilan Tindak Pidana Terhadap Anak Yang Melakukan Pembunuhan Berencana Dihubungkan Dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana (Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Langsa Nomor: 11/Pid.Sus-Anak/2016/Pn.Lgs)



Pembunuhan adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan sengaja untuk menghilangkan/merampas jiwa orang lain. Beberapa tahun belakangan ini juga terjadi fenomena- fenomena sosial yang muncul di dalam masyarakat, dimana tindak pidana pembunuhan tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa akan tetapi juga dilakukan oleh anak- anak baik secara sendiri-sendiri, maupun secara bersama-sama. Anak yang melakukan tindak pidana tersebut akan dilakukan tindakan hukum atau proses hukum. Dalam tindakan hukum tersebut, yang masih anak-anak lebih didepankan pada aspek perlindungan hak-hak anak tersebut dalam tiap tingkat pemeriksaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penerapan hukum pidana formil terhadap tindak pidana pembunuhan serta untuk mengetahui dan menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap tindak pidana pembunuhan yang dilakukan oleh anak dalam Putusan Nomor: 11/Pid.Sus-Anak/2016/PN.Lgs.
Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu dengan menggambarkan, menelaah, yang berhubungan dengan permasalahanyang kemudian ditelaah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan meneliti bahan-bahan pustaka atau data sekunder yang berhubungan dengan permasalahan. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan normatif, yakni penelitian yang difokuskan untuk mengkaji penerapan atau kaidah-kaidah atau norma-norma dalam hukum positif Indonesia. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dianalisis secara kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat disimpulkan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak mengatur tindak pidana yang dilakukan oleh Terdakwa selaku anak dibawah umur juga diatur dalam proses persidangan yang terdiri dari penyelidikan, penangkapan dan penahanan, penuntutan dan persidangan. Dalam hal ini peradilan tetap melihat terdakwa sebagai anak dibawah umur dengan mementingkan hak-haknya sebagai anak. Maka jalannya persidanagn disesuaikan dengan keadaan dari diri terdakwa. Hakim dalam putusannya menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan mempertimbangakan unsur-unsur tindak pidana yang ada di dalam ketentuan Pasal 340 KUHP. Pertimbangan hakim juga dilihat kekuatan pembuktian yang dihadirkan di persidangan berupa keterangan saksi yang disumpah, keterangan terdakwa, dan bukti otentik. Serta keadaan yang memberatkan serta meringankan yang ada di dalam diri terdakwa sebagai bagian dari pertimbangan hakim dalam memutuskan putusan.


Detail Information

Statement of Responsibility
Description
-
Publisher STHB : Bandung.,
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Content Type
Undergraduate Theses

File Attachment