No image available for this title

Analisis Yuridis Tentang Persetubuhan Yang Dilakukan Oleh Ayah Kandung Terhadap Anak Kandung Dihubungkan Undang-Undang 23 Tahun 2002 Jo Undang-Undang 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak ( Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Tenggarong Nomor 30 /Pid.Sus/2018/Pn.Trg )



Anak adalah aset bangsa dan sebagai generasi penerus yang harus dilindungi dan kesejahteraan harus dijamin. Di dalam masyarakat seorang anak harus mendapatkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan kejahatan yang dapat membahayakan keselamatan anak. Kejahatan dapat timbul di mana saja dan kapan saja. Bahkan dapat dikatakan bahwa kejahatan itu terjadi hampir pada setiap masyarakat, namun karena sifatnya yang merugikan, maka adalah wajar pula bilamana setiap masyarakat berusaha untuk mencegah dan menanggulangi terjadinya kejahatan terutama kejahatan asusila. Seperti dalam kasus persetubuhan yang dilakukan oleh ayah kandung terhadap anak kandung oleh tersangka MAHMUD H. Bin HADAR terhadap korban MAHLIDA YULIANI. Adapun tujuan pertama dari penulisan ini yaitu untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana penerapan hukum pidana materiil terhadap tindak pidana persetubuhan yang dilakukan oleh ayah kandung terhadap anak kandung dalam putusan Pengadilan Negeri Tenggarong No.30/Pid.Sus/2018/PN.Trg. Dan tujuan penelitian kedua adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pertimbangan hakim dalam menjatuhkan sanksi pidana terhadap tindak pidana persetubuhan yang dilakukan oleh ayah kandung terhadap anak kandung dalam putusan Pengadilan Negeri Tenggarong No.30/Pid.Sus/2018/PN.Trg.
Metode penelitian yang penulis gunakan terdiri dari spesifikasi penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan jenis penelitiannya yuridis normatif. Metode pendekatan menggunakan Undang-Undang (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah studi kepustakaan. Di dalam penelitian ini metode analisis data yang digunakan oleh penulis yaitu metode kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian penulis terhadap kasus persetubuhan yang dilakukan oleh ayah kandung terhadap anak kandung, hasil penelitian pertama menunjukan bahwa telah memenuhi unsur-unsur yang ada pada Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, dan hasil penelitian kedua menunjukan bahwa hakim lebih mengutamakan diri kepada terdakwa terlihat dalam pemberian hukuman yang paling ringan berdasarkan Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 perubahan atas Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo 65 ayat (1) KUHP.


Detail Information

Statement of Responsibility
Description
-
Publisher STHB : Bandung.,
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Content Type
Undergraduate Theses

File Attachment