Image of ANALISIS YURIDIS MENGENAI SENGKETA TANAH ANTARA
PENGGUGAT DAN TERGUGAT ATAS DASAR PERBUATAN
MELAWAN HUKUM DIHUBUNGKAN DENGAN
PUTUSAN NOMOR 104/PDT.G/2019/PN.GSK

ANALISIS YURIDIS MENGENAI SENGKETA TANAH ANTARA PENGGUGAT DAN TERGUGAT ATAS DASAR PERBUATAN MELAWAN HUKUM DIHUBUNGKAN DENGAN PUTUSAN NOMOR 104/PDT.G/2019/PN.GSK



Perbuatan melawan hukum dapat terjadi baik dalam hukum pidana, hukum perdata, maupun hukum tata usaha negara. Perbuatan melawan hukum adalah setiap perbuatan melanggar hukum yang membawa kerugian kepada seorang lain, mewajibkan orang tersebut yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugian tersebut. Suatu konflik, seperti konflik tanah merupakan persoalan yang sering terjadi dimana saja. Konflik berkembang menjadi suatu sengketa, apabila pihak yang merasa dirugikan telah menyatakan rasa ketidakpuasan atau keprihatinannya, baik secara langsung kepada pihak-pihak yang dianggap sebagai penyebab kerugian atau pihak lain. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan unsur-unsur Pasal 1365 KUHPerdata terhadap perbuatan melawan hukum dalam objek sengketa tanah dan untuk mengetahui akibat hukum perbuatan melawan hukum atas sengketa tanah menurut Putusan Nomor 104/Pdt.G/2019/PN.Gsk.
Untuk mencapai tujuan di atas penulis melakukan penelitian menggunakan spesifikasi penelitian deskriptif, yaitu menggambarkan dan menganalisis secara sistematis, faktual, dan akurat perbuatan melawan hukum dalam kasus sengketa tanah. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus
Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang dilakukan oleh Tergugat adalah perbuatan melawan hukum karena sudah memenuhi unsur-unsur berupa adanya perbuatan, perbuatan tersebut melawan hukum, adanya kesalahan, adanya kerugian, dan hubungan kausalitas. Dalam hal ini, diam sajanya Tergugat padahal mengetahui adalah perbuatan melawan hukum. Tergugat juga memenuhi unsur kesalahan karena dengan sengaja tidak mengosongkan objek sengketa. Ada juga kerugian yang ditimbulkan berupa kerugian materiil dan immateriil. Hubungan kausalitasnya adalah perbuatan melawan hukum ini akibat dari tergugat yang tidak mengosongkan objek sengketa sehingga timbul kerugian. Akibat hukum dalam kasus ini ialah Tergugat diwajibkan membayar uang paksa sebesar Rp 100.000 (seratus ribu rupiah) tiap 1 (satu) hari keterlambatan sebagai bentuk ganti kerugian kepada Penggugat.


Detail Information

Statement of Responsibility
Description
-
Publisher STHB Press : .,
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Content Type
Undergraduate Theses

File Attachment