No image available for this title

KEPASTIAN HUKUM HAK CIPTA ATAS KARYA DESAIN ARSITEKTUR DI INDONESIA DIKAITKAN DENGAN HAK MORAL DAN HAK EKONOMI BERDASARKAN UNDANG-UNDANG HAK CIPTA NOMOR 28 TAHUN 2014



Sebagai hasil Ciptaan Desain Arsitektur, perlu diberikan perlindungan dan
penghargaan yang dapat mendorong kreativitas Arsitektur dalam menghasilkan
karya desain dengan berbagai desain dan variasi yang bernilai estetika tinggi.
Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta mengatur tentang
kepemilikan Hak Cipta untuk menjamin hak-hak Pemilik Hak Cipta atas karya
Arsitektur tersebut, terutama hak-hak yang timbul seperti hak moral dan hak
ekonomi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kepastian hukum dalam
penerapan Hak Moral dan Hak ekonomi atas kepemilikan suatu Karya Desain
Arsitektur menurut Undang – Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta; untuk
mengetahui kedudukan lisensi dalam pengalihan Hak Moral dan Hak ekonomi atas
Karya Desain Arsitektur, dan untuk mengetahui implikasi penerapan Hak Moral dan
Hak ekonomi terhadap Perjanjian Kepemilikan Karya Desain Arsitektur antara
Perusahaan Pengembang dengan Arsitek.
Spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analistis dengan menggunakan jenis
penelitian yuridis normatif. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini
adalah pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Metode analisis
data baik data yang diperoleh dari studi lapangan maupun studi dokumen dianalisis
secara normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, Penerapan Hak Moral dan Hak
Ekonomi atas kepemilikan karya cipta desain arsitektur belum diterapkan secara pasti
dan belum mencerminkan kepastian hukum karena adanya frase kecuali
diperjanjikan lain, pada Pasal 36 Undang – Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak
Cipta. Kedua, Kedudukan Lisensi dalam pengalihan Hak Moral dan Hak Ekonomi
atas karya desain arsitektur belum mengacu pada Pasal 4 Undang-Undang No 28
Tahun 2014 tentang Hak Cipta yang mengatur mengenai kepemilikan Hak Cipta atas
karya desain arsitektur. Ketiga, implikasi kepastian hukum karya desain arsitektur
terhadap perjanjian kepemilikan desain arsitektur antara perusahaan pengembang
dengan arsitek Developer dan arsitek sebaiknya melakukan revisi kontrak yang
menyatakan bahwa desain arsitektur milik pihak developer, seharusnya dalam
kontrak perjanjian yang dibuat antara arsitek dengan developer dalam hal
kepemilikan Hak Cipta dimiliki oleh arsitek, sehingga dengan status kepemilikan
Hak Cipta karya desain arsitektur berada pada arsitek maka kepastian hukum seorang
arsitek terlindungi.


Detail Information

Statement of Responsibility
Description
-
Publisher STHB : Bandung.,
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Content Type
Master Theses

File Attachment