No image available for this title

EKSISTENSI KONTRAK BAGI HASIL GROSS SPLIT DALAM RANGKA PENINGKATAN INVESTASI DI BIDANG MIGAS



Kegiatan usaha hulu migas dilaksanakan berdasarkan kontrak bagi hasil, antara lain dengan skema gross split. Skema ini berorientasi pada peningkatan efisiensi dan efektivitas pola bagi hasil produksi migas serta diharapkan dapat meningkatkan investasi di bidang migas. Penulis meneliti kontrak bagi hasil gross split dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisa eksistensi kontrak bagi hasil gross split di bidang migas dan skema bagi hasilnya. Selain itu, untuk mengetahui dan menganalisa peran kontrak bagi hasil gross split dalam peningkatan investasi di bidang migas.
Untuk mewujudkan tujuan di atas, penulis melakukan penelitian deskriptif, yaitu menganalisa dan menggambarkan secara sistematis, faktual, dan akurat kontrak bagi hasil gross split dalam rangka peningkatan investasi di bidang migas. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum/yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data diperoleh melalui studi dokumen serta wawancara dan dianalisa secara kualitatif.
Hasil penelitian adalah eksistensi kontrak bagi hasil gross split di bidang migas dan skema bagi hasilnya diatur dalam Permen ESDM Nomor 08 Tahun 2017 tentang Kontrak Bagi Hasil Gross Split berikut perubahan-perubahannya, terakhir melalui Permen ESDM Nomor 12 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Permen ESDM Nomor 08 Tahun 2017. Peraturan ini dimaksudkan untuk mengatasi peningkatan jumlah cost recovery dan penurunan produksi yang disebabkan terutama oleh penurunan investasi. Dalam skema bagi hasil gross split, pemerintah tidak lagi memberikan penggantian biaya kepada kontraktor, dan sebagai gantinya, pemerintah menaikkan bagian pokok bagi kontraktor. Bagian kontraktor dan pemerintah berfluktuasi dari base split melalui penyesuaian split berdasarkan komponen variabel dan komponen progresif. Kelebihan dan kekurangan skema ini bisa dilihat dari tiga aspek, yaitu fiskal, risiko, dan administrasi. Kontrak bagi hasil gross split diharapkan dapat berperan dalam meningkatkan investasi di bidang migas di Indonesia. Namun, pada kenyataannya sulit untuk mengukur peran tersebut. Walau demikian, dapat dikatakan bahwa peran skema bagi hasil gross split belum optimal untuk menarik investasi di bidang migas karena banyak investor menganggap kurang adil dalam pembagian hasil produksi dan meningkatnya risiko finansial untuk modal usaha mereka akibat tidak adanya penggantian biaya. Namun, dari segi administrasi, skema bagi hasil gross split memiliki kelebihan karena sangat menyederhanakan prosedur dan birokrasi terutama terkait pengadaan (procurement) barang dan jasa yang diperlukan kontraktor dalam operasi migas. Faktor lain yang menyebabkan perannya belum optimal adalah karena skema ini masih baru dan belum pernah diterapkan di negara lain sehingga para investor umumnya masih bersikap menunggu perkembangan (wait and see) sebelum memutuskan berinvestasi di sektor migas Indonesia dengan skema gross split.


Detail Information

Statement of Responsibility
Description
-
Publisher STHB : Bandung.,
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Content Type
Master Theses

File Attachment