No image available for this title

PENERAPAN MODEL PENYELESAIAN SENGKETA DI LUAR PENGADILAN TERHADAP KEJAHATAN BISNIS DI BIDANG KEUANGAN DAN PERBANKAN



PENERAPAN MODEL PENYELESAIAN SENGKETA DI LUAR PENGADILAN TERHADAP KEJAHATAN BISNIS
DI BIDANG KEUANGAN DAN PERBANKAN

Oleh:
Mas Putra Zenno Januarsyah, S.H., M.H.
ABSTRAK
Setiap sengketa yang timbul pada dunia perbankan idealnya harus dapat diselesaikan secara cepat dan damai agar tidak mengganggu jalannya perekonomian. Secara umum penyelesaian sengketa dapat dilakukan melalui dua proses. Proses penyelesaian tertua melalui proses litigasi di dalam pengadilan, kemudian berkembang proses penyelesaian sengketa melalui kerjasama (kooperatif) di luar pengadilan. Penyelesaian sengketa di luar pengadilan ini umumnya dinamakan dengan Alternatif Penyelesaian Sengketa (APS). Dunia perniagaan modern mulai berpaling kepada APS karena keperluan perniagaan modern menghendaki penyelesaian sengketa yang cepat dan tidak menghambat iklim perniagaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pertanggungjawaban pelaku kejahatan bisnis di bidang keuangan dan perbankan dan untuk mengetahui dan menganalisis penerapan model penyelesaian sengketa di luar pengadilan terhadap kejahatan bisnis di bidang keuangan dan perbankan.
Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian yuridis normatif, jenis data dan sumber data yang digunakan mengutamakan data sekunder, berupa bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Metode pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan perundang-undangan (statute approach). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menelaah bahan pustaka atau data sekunder yang diperoleh melalui studi dokumen. Data dianalisis dengan menggunakan metode kualitatif.
Hasil penelitian mengenai permasalahan pertama, pertanggungjawaban pelaku kejahatan bisnis di bidang keuangan dan perbankan, yakni dengan mengoprasionalisasikan unsur-unsur yang terdapat di dalam kaidah-kaidah hukum baik perdata maupun pidana yang diatur dalam kebijakan legislasi (peraturan perundang-undangan) yang berkaitan dengan kejahatan bisnis di bidang keuangan dan perbankan. Mengenai permasalahan kedua, lembaga perbankan memegang peranan yang sangat penting dalam perekonomian. Fungsi lembaga perbankan sebagai lembaga intermediasi tersebut berdampak pada timbulnya interaksi yang intensif antara bank sebagai pelaku usaha dengan nasabah sebagai konsumen pengguna jasa perbankan. Interaksi intensif antara bank dengan nasabah, menyebabkan terjadinya friksi yang apabila tidak segera diselesaikan dapat berubah menjadi sengketa antara nasabah dengan bank. Oleh karena itu, setiap sengketa yang timbul pada dunia perbankan idealnya harus dapat diselesaikan secara cepat dan damai agar tidak mengganggu jalannya perekonomian, hal ini relevan dengan penerapan model penyelesaian sengketa di luar pengadilan yaitu dengan mediasi perbankan.

Kata Kunci : Penyelesaian Sengketa di Luar Pengadilan, Kejahatan Bisnis


Detail Information

Statement of Responsibility
Description
-
Publisher STHB : Bandung.,
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Content Type
Research Reports

File Attachment