Image of PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PENCIPTA LAGU BERJUDUL AKU MAU ATAS PEMBAJAKAN OLEH PT. BINTANG CAHAYA KENCANA DALAM BENTUK BONEKA AUDIO TANPA IZIN
(STUDI KASUS Putusan PN JAKARTA PUSAT Nomor 
19/Pdt.Sus-Hak Cipta/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst)

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PENCIPTA LAGU BERJUDUL AKU MAU ATAS PEMBAJAKAN OLEH PT. BINTANG CAHAYA KENCANA DALAM BENTUK BONEKA AUDIO TANPA IZIN (STUDI KASUS Putusan PN JAKARTA PUSAT Nomor 19/Pdt.Sus-Hak Cipta/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst)



Musik atau lagu merupakan salah satu bentuk karya seni dan budaya hasil dari Kekayaan Intelektual seorang Pencipta yang popular di masyarakat, sehingga memiliki potensi ekonomi yang sangat besar bagi Pencipta nya. Dewasa ini seiring dengan berkembangnya teknologi, terdapat banyak pelanggaran hak cipta lagu dalam berbagai macam bentuk, salah satu nya adalah pendistribusian boneka “PUTRI ANISA HIJAB Perfumed Doll”oleh PT. Bintang Cahaya Kencana yang di dalam mainan boneka tersebut berisi lagu berjudul “Aku Mau” dilakukan tanpa seizin pemegang hak cipta. Dari permasalahan tersebut penulis meneliti bagaimana perlindungan hukum dan akibat hukum terhadap Pencipta lagu atas pembajakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab melakukan penggandaan hasil cipta lagu tanpa melakukan pengurusan perizinan lagu tersebut terlebih dahulu.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif, dengan metode pendekatan Perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Tahap penelitian ini dilakukan melalui penelitian kepustakaan, kemudian teknik pengumpulan data melalui document study terhadap data sekunder. Selanjutnya data dianalisis secara kualitatif artinya tanpa menggunakan angka-angka dan rumus-rumus statistik, akan tetapi analisis dilakukan dengan menggunakan logika induktif.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa perlindungan hukum terhadap pencipta lagu Aku Mau atas pembajakan oleh PT. Bintang Cahaya Kencana dalam bentuk boneka audio tanpa izin telah diatur pada Undang-Undang No.28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, bahwa Pencipta dan pemegang hak cipta memiliki hak eksklusif terhadap ciptaan nya yang terdiri dari hak moral dan hak ekonomi. Menurut Pasal 9 ayat (3) Undang-Undang No.28 Tahun 2014, Setiap orang yang tanpa izin Pencipta atau pemegang hak cipta dilarang melakukan penggandaan dan/atau penggunaan secara komersial sebuah ciptaan demi memperoleh keuntungan ekonomi. Dengan demikian, sebagai akibat hukum atas pelanggaran terhadap hak cipta lagu tersebut, PT. Bintang Cahaya Kencana dijatuhi hukuman berupa ganti kerugian Materiil kepada IGNE CHRISTIANE selaku pemegang hak cipta sesuai ketentuan Pasal 1 ayat (25) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.


Detail Information

Statement of Responsibility
Description
-
Publisher STHB Press : .,
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Content Type
Undergraduate Theses

File Attachment