Image of WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN JUAL BELI TANAH ANTARA
ELA MEILINA ANDAYANI BINTI SUJARWOTO ALM DAN
SAIMUN DIHUBUNGKAN DENGAN KETENTUAN
UMUM HUKUM PERJANJIAN (PN PELAIHARI
NOMOR: 23/PDT.G/2020/PN.PLI)

WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN JUAL BELI TANAH ANTARA ELA MEILINA ANDAYANI BINTI SUJARWOTO ALM DAN SAIMUN DIHUBUNGKAN DENGAN KETENTUAN UMUM HUKUM PERJANJIAN (PN PELAIHARI NOMOR: 23/PDT.G/2020/PN.PLI)



Latar Belakang penelitian ini adalah Perjanjian yang merupakan undang-
undang bagi mereka yang membuatnya sehingga para pihak yang membuatnya

harus melaksanakan kewajiban yang telah disepakati. Apabila para pihak tidak
melaksanakan kewajiban yang telah disepakati, maka dapat dikatakan bahwa telah
terjadi wanprestasi. Penulis meneliti wanprestasi dalam perjanjian jual beli tanah
antara Ela Meilina Andayani Binti Sujarwoto Alm dan Saimun dengan tujuan
untuk menganalisa dan mengetahui wanprestasi dalam perjanjian jual beli tanah
tersebut ditinjau dari hukum perjanjian.
Dengan demikian, untuk menganalisa dan mengetahui putusan Pengadilan
Negeri Pelaihari atas wanprestasi dalam perjanjian jual beli tersebut. Untuk
mencapai tujuan di atas, penulis melakukan penelitian deskriptif, yaitu penelitian
yang menggambarkan dan menganalisa secara sistematis, faktual, dan akurat
wanprestasi dalam perjanjian jual beli tanah. Penelitian ini merupakan penelitian
hukum normatif, dengan menggunakan metode pendekatan perundang-undangan
dan pendekatan kasus. Data diperoleh melalui studi dokumen dan dianalisa
dengan menggunakan metode normatif kualitatif.
Simpulan dari penelitian ini adalah keabsahan dalam perjanjian jual beli tanah
yang merupakan pelanggaran terhadap hukum perjanjian, yaitu melanggar asas
mengikatnya perjanjian sebagai undang-undang (pacta sunt servanda)
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1338 ayat (1) KUHPerdata. Perjanjian jual
beli tanah itu telah sesuai dengan beberapa ketentuan umum hukum perjanjian dan
ketentuan mengenai jual beli dalam KUHPerdata, namun dalam pelaksanaannya
terjadi wanprestasi. Wanprestasi dilakukan oleh Tergugat, yaitu tidak memenuhi
prestasi sama sekali. Dalam hal ini, Tergugat sama sekali tidak memenuhi janjinya
untuk mengurus balik nama sertifikat hak milik dari nama Tergugat kepada nama
Penggugat sesuai sebagaimana yang telah disepakati dalam perjanjian. Sesuai
dengan teori tentang wanprestasi, hal itu termasuk salah satu bentuk wanprestasi
dalam perjanjian jual beli tanah tersebut tertuang dalam Putusan Nomor
23/PDT.G/2020/PN.PLI.
Amar putusan itu, antara lain: mengabulkan gugatan Penggugat untuk
sebagian dengan verstek; menyatakan sah dan mengikat demi hukum perjanjian
tersebut; dan menyatakan bahwa tergugat secara hukum telah melakukan
perbuatan wanprestasi. Khusus amar putusan pada butir ke-4 (empat) yang
menyatakan Tergugat telah melakukan wanprestasi telah memenuhi kualifikasi
sebagai perbuatan wanprestasi sesuai dengan teori, asas, dan kaidah hukum
perjanjian.


Detail Information

Statement of Responsibility
Description
-
Publisher STHB Press : .,
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Content Type
Undergraduate Theses

File Attachment