Image of TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA 
ANAK DI BAWAH UMUR SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA 
PENCABULAN DIHUBUNGKAN DENGAN PUTUSAN 
PENGADILAN NEGERI LARANTUKA NOMOR 
5/PID.SUS-ANAK/2019/PN LRT DALAM 
PERSPEKTIF PERLINDUNGAN 
ANAK

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA ANAK DI BAWAH UMUR SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA PENCABULAN DIHUBUNGKAN DENGAN PUTUSAN PENGADILAN NEGERI LARANTUKA NOMOR 5/PID.SUS-ANAK/2019/PN LRT DALAM PERSPEKTIF PERLINDUNGAN ANAK



Salah satu dampak dari perkembangan zaman di era globalisasi dan teknologi
ini adalah semakin berkembangnya pula kejahatan. Dewasa ini, anak-anak sering
terlibat dalam tidak pidana, baik sebagai korban maupun sebagai pelaku. Salah satu
tindak pidana yang dilakukan oleh anak adalah tindak pidana pencabulan seperti
yang dilakukan Anak Sudirman Amir alias Geroda yang melakukan tindak pidana
pencabulan terhadap anak di bawah umur seperti yang terurai dalam Putusan
Pengadilan Negeri Larantuka Nomor 5/Pid.Sus-Anak/2019/PN Lrt. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui pertanggungjawaban pidana anak di bawah
umur sebagai pelaku tindak pidana pencabulan dalam perspektif perlindungan anak
serta penegakan hukum pidana terhadap anak yang melakukan tindak pidana
pencabulan terhadap anak di bawah umur dalam perspektif perlindungan anak
dihubungkan dengan Putusan Pengadilan Negeri Larantuka Nomor 5/Pid.SusAnak/2019/PN Lrt.
Penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu menggambarkan dan menganalisis fakta
mengenai penerapan pertanggungjawaban pidana anak di bawah umur yang
melakukan tindak pidana pencabulan dengan menggunakan jenis penelitian yuridis
normatif yang dilakukan melalui penelitian kepustakaan berupa bahan hukum
primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier.
Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa anak yang melakukan tindak
pidana tetap dapat dipertanggungjawabkan selama memenuhi 2 (dua) unsur pidana
yaitu adanya perbuatan melawan hukum dan adanya kesalahan atau dapat
dipertanggungjawabkannya si pelaku. Pada kasus pencabulan yang dilakukan oleh
anak dalam Putusan Pengadilan Negeri Larantuka Nomor 5/Pid.Sus-Anak/2019/Pn
Lrt. Anak telah memenuhi kedua unsur pidana sehingga perbutannya dapat
dipertanggungjawabkan dengan sanksi yang diberikan oleh Hakim yaitu dipidana
penjara selama 2 (dua) tahun 6 (enam) bulan dan pelatihan kerja selama 1 (satu)
bulan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Segala bentuk pidana yang
dijatuhkan pada anak pada dasarnya bukan untuk pembalasan melainkan
pemulihan. Penanganan perkara Anak harus menjunjung perlindungan bagi anak.
Setiap pihak, proses, hingga penjatuhan putusan pidana harus menghormati hakhak anak dengan memberikan pembinaan, pembimbingan, pengawasan,
pendampingan, pendidikan dan pelatihan dengan tetap memperhatikan
pertumbuhan dan perkembangan Anak, baik fisik maupun mental.


Detail Information

Statement of Responsibility
Description
-
Publisher STHB Press : .,
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Content Type
Undergraduate Theses

File Attachment