Image of WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN JUAL BELI TANAH YANG DIBUAT SECARA LISAN DIKAITKAN DENGAN HUKUM 
PERJANJIAN DAN PUTUSAN PENGADILAN NEGERI 
MAKASSAR NOMOR 204/Pdt.G.S/2019/PN Mks

WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN JUAL BELI TANAH YANG DIBUAT SECARA LISAN DIKAITKAN DENGAN HUKUM PERJANJIAN DAN PUTUSAN PENGADILAN NEGERI MAKASSAR NOMOR 204/Pdt.G.S/2019/PN Mks



Perjanjian merupakan undang-undang bagi mereka yang membuatnya sehingga para pihak harus melaksanakan kewajiban yang telah disepakati. Apabila para pihak tidak melaksanakan kewajiban, maka dapat dikatakan terjadi wanprestasi. Penulis meneliti wanprestasi dalam perjanjian jual beli tanah secara lisan dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisa wanprestasi dalam perjanjian jual beli tersebut ditinjau dari hukum perjanjian. Selain itu, untuk mengetahui dan menganalisa putusan Pengadilan Negeri Makassar atas wanprestasi dalam perjanjian jual beli tersebut.
Untuk mencapai tujuan di atas, penulis melakukan penelitian deskriptif, yaitu menggambarkan dan menganalisa secara sistematis, faktual, dan akurat wanprestasi dalam perjanjian jual beli tanah secara lisan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, dengan menggunakan metode pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Data diperoleh melalui studi dokumen dan dianalisa dengan menggunakan metode normatif kualitatif.
Wanprestasi dalam perjanjian jual beli tanah secara lisan merupakan pelanggaran terhadap hukum perjanjian, yaitu melanggar asas mengikatnya perjanjian sebagai undang-undang (pacta sunt servanda) dalam Pasal 1338 ayat (1) KUH Perdata. Perjanjian jual beli tanah itu telah sesuai dengan beberapa ketentuan umum hukum perjanjian dan ketentuan mengenai jual beli dalam KUH Perdata, namun dalam pelaksanaannya terjadi wanprestasi. Wanprestasi dilakukan oleh pembeli (Tergugat), yaitu tidak membayar harga tanah milik penjual (Penggugat). Dari segi hukum perjanjian, perbuatan Tergugat dikategorikan sebagai wanprestasi. Putusan Pengadilan Negeri Makassar atas wanprestasi dalam perjanjian itu, tertuang dalam Putusan Nomor 204/Pdt.G.S/2019/PN Mks. Amar putusan itu adalah: mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian; menyatakan Tergugat telah ingkar janji (wanprestasi); menyatakan perjanjian jual beli secara lisan antara Penggugat dengan Tergugat sah dan Surat Pernyataan tertanggal 14 Maret 2012 harus dilaksanakan; menghukum Tergugat untuk membayar hutangnya kepada Penggugat sebesar Rp.175.000.000,- sejak perkara ini berkekuatan hukum tetap; menolak gugatan Penggugat untuk selain dan selebihnya; dan menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara sebesar Rp. 396.000.00. Putusan itu sesuai dengan fakta dan bukti-bukti dalam persidangan serta sesuai dengan teori dan kaidah hukum perjanjian.


Detail Information

Statement of Responsibility
Description
-
Publisher STHB Press : .,
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Content Type
Undergraduate Theses

File Attachment