Image of TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERJANJIAN JUAL BELI 
PADI ANTARA PETANI DENGAN TENGKULAK 
DI DESA KEDIRI SUBANG DIHUBUNGKAN 
DENGAN PASAL 1320 KUHPERDATA

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERJANJIAN JUAL BELI PADI ANTARA PETANI DENGAN TENGKULAK DI DESA KEDIRI SUBANG DIHUBUNGKAN DENGAN PASAL 1320 KUHPERDATA



Perjanjian jual beli secara umum adalah suatu persetujuan dengan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk menyerahkan hak milik atas suatu kebendaan dan pihak yang lain untuk membayar harga yang telah dijanjikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan perjanjian Jual Beli padi antara petani dengan tengkulak berdasarkan pasal 1320 KUHPerdata dan upaya hukum bila terjadi wanprestasi pada perjanjian Jual Beli padi antara petani dengan tengkulak di Desa Kediri Subang.
Jenis penelitian ini adalah yuridis normatif normatife dilakukan melalui penelitian kepustakaan (data sekunder) berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Metode penelitian yuridis normatife atau metode penelitian hukum kepustakaan adalah metode atau cara yang dipergunakan di dalam penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka yang ada tahapan pertma penelitian hukum normatife adalah penelitian yang ditujukan untuk mendapatkan hukum objektif (norma hukum), yaitu dengan mengadakan penelitian terhadap masalah hukum. Tahapan kedua penelitian hukum normatife adalah penelitian yang ditujukan untuk mendapatkan hukum subjektif (hak dan kewajiban)
Dalam jual beli padi yang terjadi di Desa Kediri ada petani yang menggunakan perjajian Jual-Beli secara tertulis dan ada yang menggunakan secara lisan yang saling percaya antara petani dengan tengkulak. Disini penjual (petani) dan pembeli (tengkulak) menyatakan sebuah kesepakatan dan setuju mengenai apa yang mereka perjanjikan yang sudah biasa dilakukan oleh masyarakat pada umumnya. Pelaksanaan praktek Jual Beli padi di Desa Kediri Subang antara petani dengan tengkulak tidak ada syarat-syarat tertentu. Kedua belah pihak masing-masing adalah orang yang sudah dewasa, berakal dan cakap bertindak serta tidak dalam keadaan terpaksa ketika melakukan Jual Beli. Bila terjadi permasalahan dalam perjanjian Jual Beli padi masyarakat Desa kediri menyelesaikan permaslahannya dengan jalan musyawarah. Musyawarah penyelesaian lebih menguntungkan bagi kedua belah pihak disbanding dengan cara lain, dan disisi lain juga memang sesuai dengan sifat dan watak bangsa Indonesia yang mengutamakan musyawarah untuk mufakat.


Detail Information

Statement of Responsibility
Description
-
Publisher STHB Press : .,
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Content Type
Undergraduate Theses

File Attachment