Image of PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMEGANG LISENSI HAK SIAR
PIALA DUNIA FIFA BRAZIL ATAS PELANGGARAN HAK SIAR
TANPA IZIN OLEH PT. CITIHUB INDONESIA DIKAITKAN
D EN GA N UU N O. 28 TA HU N 2014 TEN TA N G 
HA K CIPTA DAN UU. NO. 32 TAHUN 2002 
TENTANG PENYIARAN
(STUDI KASUS PUTUSAN NOMOR 5/PDT.SUS.-HKI/2018/PN.SMG)

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMEGANG LISENSI HAK SIAR PIALA DUNIA FIFA BRAZIL ATAS PELANGGARAN HAK SIAR TANPA IZIN OLEH PT. CITIHUB INDONESIA DIKAITKAN D EN GA N UU N O. 28 TA HU N 2014 TEN TA N G HA K CIPTA DAN UU. NO. 32 TAHUN 2002 TENTANG PENYIARAN (STUDI KASUS PUTUSAN NOMOR 5/PDT.SUS.-HKI/2018/PN.SMG)



Lembaga penyiaran televisi sangat penting dalam memberikan informasi yang
berkaitan dalam segenap aspek kehidupan masyarakat. Televisi dianggap sebagai
media yang paling tepat dalam menyampaikan berita dalam bidang politik, ekonomi,
sosial, pendidikan, hiburan, olahraga dan lain-lain. Akan tetapi penyiaran terkadang di
lakukan tanpa izin, seperti yang dilakukan oleh oleh PT. Citihub Indonesia. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui dan perlindungan hukum bagi pemegang hak siar piala
dunia FIFA Brazil dan akibat hukumnya atas pelanggaran hak siar tanpa izin oleh PT.
Citihub dalam penyiaran Piala Dunia FIFA Brazil.
Penelitian ini bersifat deskriptif, dengan Jenis penelitian yuridis normatif.
Dilakukan melalui penelitian kepustakaan, berupa bahan hukum primer, bahan hukum
sekunder, dan bahan hukum tersier. Metode Pendekatan yang digunakan dalam
penelitian ini adalah pendekatan perundang-undangan (statue approach) dan
pendekatan kasus (case approach). Dalam hal mendapatkan data dan informasi yang
dibutuhkan, maka menggunakan teknik pengumpulan data melalui studi dokumen
terhadap data sekunder Selanjutnya data di analisis secara kualitatif.
Hasil penelitian didapat pertama, Perlindungan hukum secara peventif berupa
pencatatan perjanjian lisensi oleh menteri berdasarkan penerapan Pasal 40, Pasal 80
ayat (1), (2),(3) dan Pasal 83 ayat (1) UUHC dan perlindungan hukum secara represif
berupa mengajukan gugatan ganti rugi ke pengadilan Niaga sebagaimana diatur dalam
Pasal 99 ayat (1) UUHC melalui gugatan kasus putusan No 5/PDT.SUS.-
HKI/2018/PN.SMG. kedua, Akibat hukum terhadap pelanggaran hak siar tanpa izin
oleh PT. Citihub dalam penyiaran PD FIFA Brazil diatur dalam Pasal 9 ayat (1) huruf
b, f, g, Pasal 83 ayat (3) dan Pasal 99 (1) UUHC. Atas perbuatan menayangkan atau
meredistribusikan konten siaran PD FIFA Brazil tanpa izin tersebut menimbulkan
suatu konsekuensi hukum harus membayar ganti rugi yang telah diatur dalam Pasal 96
ayat (1),ayat (2) UUHC. Upaya penyelesaian sengketa terhadap pelanggaran hak siar
piala dunia atas penayangan siaran tanpa izin dilakukan melalui Pengadilan (litigasi),
dengan Pertimbangan hukum ditolak.


Detail Information

Statement of Responsibility
Description
-
Publisher STHB Press : .,
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Content Type
Undergraduate Theses

File Attachment