Image of ANALISIS YURIDIS TERHADAP PENYELESAIAN WANPRESTASI 
PADA PERJANJIAN ARISAN ONLINE DILIHAT DARI SUDUT 
PANDANG KUHPERDATA
(PUTUSAN NOMOR 12/Pdt. G/2020/PN. Tpg)

ANALISIS YURIDIS TERHADAP PENYELESAIAN WANPRESTASI PADA PERJANJIAN ARISAN ONLINE DILIHAT DARI SUDUT PANDANG KUHPERDATA (PUTUSAN NOMOR 12/Pdt. G/2020/PN. Tpg)



Di era yang sekarang modern ini segala aktivitas tak luput dari yang namanya
kemajuan teknologi, kemajuan teknologi selalu berkembang dari tahun ke tahun.
Salah satu kemajuan yang berkembang saat ini adalah Social media yang memiliki
peranan yang besar dari kehidupan saat ini. Orang-orang setiap harinya selalu
berkaitan dengan social media, social media seakan-akan menjadi budaya
masyarakat hingga saat ini. Social media menyentuh hampir seluruh kehidupan
manusia. Social media sekarang tidak hanya sebagai media untuk berkomunikasi
melainkan bisa juga sebagai media yang bisa melakukan kegiatan investasi.
Manusia disebut sebagai mahkluk homo economics (mahkluk ekonomi). Istilah ini
kemudian sekarang dipahami oleh kebanyakan orang dengan makna mahkluk
yang tujuan utama dalam hidupnya adalah mencari keuntungan. Namun jika
dipahami lebih mendalam, istilah homo economicus berarti mahkluk yang
mempunyai kebebasan untuk menentukan pilihan-pilihan guna mencapai tujuan
dalam hidupnya. Seiring perkembangan zaman inilah segala kegiatan investasi
dapat dilakukan secara mudah dengan berbasis social media digital atau online,
salah satu aktivitas investasi yang dapat dilakukan dengan online yaitu adalah
arisan online, arisan pada umumnya merupakan kegiatan pengumpulan uang
dalam berkelompok yang dibentuk suatu anggota lalu ditentukan berapa kali
dalam sehari atau perminggu bahhkan perbulan dalam pengumpulan tersebut.
setelah uang terkumpul maka ditentukanlah siapa yang akan mendapatkan undian
urutan nomor pertama sampai akhir. Dengan perkembangan zaman inilah kegiatan
arisan online kini juga tidak hanya di gandrungi oleh kaum orang dewasa namun
juga oleh kaum muda, bagi kaum muda arisan online jadi pilihan investasi karena
mekanisme yang cukup mudah, efisien, dan menggiurkan, namun tidak sedikit
penyelenggaraan arisan online ini berjalan mulus salah satunya kasus wanprestasi
terhadap arisan online. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
penyelesaian wanprestasi dalam perjanjian arisan Online antara Umi Barokah
(penggugat I), Susanti (penggugat II), Fransisca Irene Miranda Putty (penggugat
III), Erfira Meyer (penggugat IV) dengan tergugat yaitu Anggie Nadia
berdasarkan Putusan No. 32./Pdt.G/2020/PN. Tpg.
Berdasarkan penelitian yang digunakan yaitu spesifikasi penelitian yang
bersifat deskriptif. Jenisnya yuridis-normatif, pendekatan perundang-undangan,
pendekatan konsptual, dan pendekatan kasus. Teknik pengumpulan data yang
digunakan yaitu studi dokumen dan studi literatur, dengan metode analisa data
normatif-kualitatif.
Berdasarkan hasil analisis penyelesaian wanprestasi dalam perjanjian arisan
online pada Putusan No 12/Pdt.G/2020/PN. Tpg, majelis hakim tentulah menolak
gugatan para penggugat seluruhnya karena tidak memenuhi syarat subyektif yaitu
kesepakatan, dan syarat objektif sah suatu perjanjian yaitu tidak ada suatu hal
tertentu, dan causa tidak halal yaitu bertentangan dengan hukum. Dan majelis
menghukum para penggugat untuk membayar biaya perkara.


Detail Information

Statement of Responsibility
Description
-
Publisher STHB Press : .,
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Content Type
Undergraduate Theses

File Attachment