Image of TINJAUAN YURIDIS TENTANG WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN 
JUAL BELI MOBIL BERDASARKAN KITAB UNDANG-UNDANG 
HUKUM PERDATA DIHUBUNGKAN DENGAN PUTUSAN PN 
BANYUWANGI NOMOR 33/PDT.G/2019/BYW

TINJAUAN YURIDIS TENTANG WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN JUAL BELI MOBIL BERDASARKAN KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA DIHUBUNGKAN DENGAN PUTUSAN PN BANYUWANGI NOMOR 33/PDT.G/2019/BYW



Dalam hal perjanjian jual beli terdapat penjual yang tidak memenuhi
prestasinya yaitu tidak menyerahkan barang yang sudah diperjanjikan terlebih
dahulu, sebagaimana dalam hal ini penulis meneliti kasus wanprestasi perjanjian
jual beli mobil antara Puji Suhadi dengan Sutrisno. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui dan menganalisis pertimbangan hukum Hakim dalam putusan
Pengadilan Negeri Banyuwangi Nomor 33/Pdt.G/2019/Byw dan akibat hukumnya
bagi para pihak terhadap kasus wanprestasi dalam perjanjan jual beli mobil.
Untuk mencapai tujuan di atas, penulis melakukan penelitian deskriptif, yaitu
menggambarkan dan menganalisa secara sistematis, faktual, dan akurat
wanprestasi dalam perjanjian jual beli mobil antara Puji Suhardi dengan Sutrisno.
Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan menggunakan
pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case
approach). Data diperoleh melalui studi dokumen dan dianalisa dengan
menggunakan metode normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pertimbangan majelis hakim
menyatakan perjanjian jual beli mobil antara Puji Suhardi dengan Sutrisno
dikatakan sah, karena memenuhi syarat-syarat yang diatur di dalam Pasal 1320
KUH Perdata. Dikarenakan Puji Suhadi telah melaksanakan kewajibannya
sebagai pembeli yang diatur Pasal 1513 KUH Perdata, sehingga mengharuskan
Sutrisno yaitu penjual untuk melaksanakan kontraprestasi, yakni menyerahkan
barang sebagaimana diatur dalam Pasal 1482 KUH Perdata. Hakim memutus
perkara a quo dengan putusan verstek, karena tergugat atau wakil tergugat tidak
hadir setelah dilakukan panggilan secara patut. Dikabulkannya seluruh gugatan
memberikan akibat hukum terhadap kewajiban para pihak dan keabsahan
perjanjian jual beli. Hakim memutus bahwa perjanjian jual beli antara Puji
Suhardi dengan Sutrisno sah dan mengikat. Oleh sebab itu, para pihak harus
melaksanakan kewajiban dan menerima haknya, baik penjual maupun pembeli.
Atas dasar putusan hakim, Puji Suhardi sebagai pembeli dan tergugat merupakan
orang yang berhak menguasai mobil dan berhak atas surat kepemilikan kendaraan
(BPKB).


Detail Information

Statement of Responsibility
Description
-
Publisher STHB Press : .,
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Content Type
Undergraduate Theses

File Attachment