Image of PERANAN BALAI PEMASYARAKATAN (BAPAS) KELAS I BANDUNG DALAM MELAKSANAKAN
 BIMBINGAN TERHADAP NARAPIDANA 
YANG MENDAPAT 
ASIMILASI

PERANAN BALAI PEMASYARAKATAN (BAPAS) KELAS I BANDUNG DALAM MELAKSANAKAN BIMBINGAN TERHADAP NARAPIDANA YANG MENDAPAT ASIMILASI



Balai pemasyarakatan menurut Pasal (1) satu angka (4) empat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan memberikan pengertian bahwa balai pemasyarakatan adalah pranata untuk melaksanakan bimbingan klien pemasyarakatan. Balai Pemasyarakatan (Bapas) merupakan salah satu unit pelaksana tugas (UPT) yang bernaung di bawah Ditjen Pemasyarakatan. Sesuai dengan Undang-undang no 12 tahun 1995 tugas pembimbing kemasyarakatan tercantum dalam pasal 2 ayat 1 Keputusan Menteri Kehakiman RI No. M.01-PK.10 Tahun 1998, salah satunya ialah bimbingan kerja bagi klien pemasyarakatan Bimbingan tersebut dilaksanakan pula terhadap narapidana yang menjalani proses asimilasi di Balai Pemasyarakatan Kelas I Bandung. Tujuan penelitian tersebut adalah untuk mengetahui bentuk pelaksanaan bimbingan Balai Pemasyarakatan Kelas I Bandung dalam melaksanakan bimbingan terhadap narapidana dihubungkan dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan dan untuk mengetahui peranan Balai Pemasyarakatan Kelas I Bandung dalam melaksanakan bimbingan tehadap narapidana yang mendapat asimilasi
Penelitian yang dilakukan bersifat. deskriptif, Jenis penelitian yang dipergunakan adalah penelitian yuridis normatif, metode pendekatan penelitian yang digunakan melalui pendekatan perundangan-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach), teknik pengumpulan data melalui studi dokumen, selanjutnya data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif.
Berdasarkan hasil analisis, diperoleh kesimpulan,bahwa bentuk pelaksanaan bimbingan Balai Pemasyarakatan Kelas I Bandung terhadap narapidana dengan cara home visit, dan klien datang langsung ke Balai Pemasyarakatan Kelas I Bandung. Peranan Balai Pemasyarakatan Kelas I Bandung dalam melaksanakan bimbingan tehadap narapidana yang mendapat asimilasi yaitu berperan sebagai peneliti, berperan sebagai asesor, berperan sebagai pengawas/melaksanakan pengawasan, berperan sebagai pembimbing dan berperan sebagai pendamping.


Detail Information

Statement of Responsibility
Description
-
Publisher STHB Press : .,
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Content Type
Undergraduate Theses

File Attachment