Image of ANALISIS YURIDIS TERHADAP PENYELESAIAN WANPRESTASI PADA
PERJANJIAN KREDIT DENGAN JAMINAN HAK TANGGUNGAN ANTARA 
PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO), Tbk. DAN PITER KAMIL, Cs, 
DIHUBUNGKAN DENGANUNDANG-UNDANG NOMOR 4 TAHUN 1996 
DAN KUHPERDATA(PUTUSAN NOMOR 32/Pdt.G.S2020/PN.Bdg.)

ANALISIS YURIDIS TERHADAP PENYELESAIAN WANPRESTASI PADA PERJANJIAN KREDIT DENGAN JAMINAN HAK TANGGUNGAN ANTARA PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO), Tbk. DAN PITER KAMIL, Cs, DIHUBUNGKAN DENGANUNDANG-UNDANG NOMOR 4 TAHUN 1996 DAN KUHPERDATA(PUTUSAN NOMOR 32/Pdt.G.S2020/PN.Bdg.)



Perjanjian secara umum dibahas dalam buku ketiga Kitab Undang-Undang
Hukum Perdata (KUHPerdata) Pasal 1313. Perjanjian adalah suatu peristiwa di
mana seorang berjanji kepada seorang lain atau di mana dua orang itu saling berjanji
untuk melaksanakan sesuatu hal. Jenis-jenis perjanjian salah satunya adalah
perjanjian kredit. Perjanjian kredit adalah perjanjian pendahuluan
(Voorovereenkomst) dari penyerahan yang merupakan hasil permufakatan antara
pemberi dan penerima pinjaman mengenai hubungan-hubungan hukum antara
keduanya. Kredit adalah Perjanjian yang di buat kreditur dan debitur, di mana
kreditur berkewajiban untuk memberikan uang atau kredit kepada debitur, dan
debitur berkewajiban untuk membayar pokok dan bunga, serta biaya-biaya lainnya
sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati antara keduanya. Perjanjian
kredit harus memenuhi asas konsensualisme dan kebebasan berkontrak. Dalam
perjanjian sendiri sering terjadi wanprestasi yang menyebabkan kerugian bagi pihak
bank sebagai kreditur dikarenakan debitur yang tidak memenuhi kewajibannya.
Dalam praktek perjanjian kredit pada umumnya, salah satu objek yang paling
banyak dijadikan jaminan oleh debitur kepada kreditur adalah sertifikat tanah yang
dijaminkan dengan hak tanggungan. Jaminan hak tanggungan adalah suatu
tanggungan yang diberikan oleh seorang debitur dan/atau pihak ketiga (penjamin)
kepada kreditur untuk menjamin kewajiban debitur dalam suatu perikatan. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan perjanjian kredit di PT.
Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. dengan Piter Kamil, Cs dan untuk
mengetahui penyelesaian wanprestasi dalam perjanjian kredit berdasarkan Putusan
No. 32/PDT.G.S2020/PN.BDG.
Metode penelitian yang digunakan yaitu spesifikasi penelitian yang bersifat
deskriptif. Jenisnya yuridis-normatif, pendekatan perundang-undangan, dan
pendekatan kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu studi dokumen
dan studi literatur, dengan metode analisa data normatif-kualitatif.
Berdasarkan hasil analisis pelaksanaan perjanjian kredit di PT. Bank Rakyat
Indonesia (Persero),Tbk., dan Piter Kamil, Cs., berdasarkan Putusan, KUHPerdata,
dan Undang-Undang Hak Tanggungan, sebagian dari KUHPerdata yaitu Pasal 1320
dan 1338 dilaksanakan tetapi tidak dibuatkan akta otentik di notaris. Sehingga
perjanjian kredit tidak mempunyai kekuatan hukum. Begitu juga jaminan hak
tanggungan tidak dibuatkan meskipun ada nomor hak tanggungan, sehingga
Pengadilan Negeri menolak gugatan Bank BRI. Sedangkan penyelesaian
wanprestasi dalam perjanjian kredit berdasarkan Putusan No.
32/PDT.G.S2020/PN.BDG, dikembalikan pada perjanjian yang dibuat pada awal di
mana Piter Kamil Cs., mengakui mempunyai utang dan telah melanggar macammacam wanprestasi, sehingga harus memenuhi isi surat pengakuan utang yang
dibuat dan akibatnya harus memenuhi perintah Pasal 1236 dan 1243 KUHPerdata
yaitu membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp. 1.000.000,- perhari.


Detail Information

Statement of Responsibility
Description
-
Publisher STHB Press : .,
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Content Type
Undergraduate Theses

File Attachment